Rupiah Melemah ke Level Rp 17.722 per Dolar AS Akibat Tensi Geopolitik AS-Iran dan Sentimen The Fed

money changer
Seseorang menukarkan uang dolarnya di sebuah money changer. Foto: Vino Syahputra/RISKS.ID

RISKS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah pada penutupan perdagangan awal pekan. Mata uang Garuda terdepresiasi 29 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp17.722 per dolar AS jika dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp17.693 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai bahwa pelemahan rupiah kali ini sangat dipengaruhi oleh kembali memanasnya hubungan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026, Ibrahim mengungkapkan bahwa pasukan AS melancarkan serangan ke dua peluncur rudal di Pulau Larak, Iran, yang terletak di Selat Hormuz pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Aksi militer tersebut merupakan serangan terbuka pertama yang diketahui dilakukan oleh pihak Amerika terhadap negara Teluk tersebut sejak akhir Juli. Sebagai balasan, media Iran melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania pada Senin.

Dia menjelaskan bahwa proses negosiasi untuk mengakhiri konflik saat ini tengah menemui jalan buntu. Para mediator terus berupaya membuka kembali jalur vital Selat Hormuz, kawasan yang sebelumnya dilintasi seperlima pasokan minyak dunia sebelum peperangan meletus pada akhir Februari 2026.

Selain faktor ketegangan politik global, sentimen negatif juga datang dari pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada Simposium Jackson Hole.

Warsh menegaskan bahwa prioritas utama bank sentral AS saat ini adalah menjaga stabilitas harga. Pernyataan tersebut memicu lonjakan spekulasi pasar terkait potensi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed edisi September, mengingat masih perlunya kerja keras untuk menekan inflasi kembali ke target 2 persen.

Ibrahim menambahkan bahwa Ketua Fed menyampaikan sulitnya menyebut kondisi keuangan saat ini dalam tahap restriktif. Dia mencatat bahwa pasar kredit dan aktivitas pinjaman hanya menunjukkan sedikit indikasi adanya pengetatan kebijakan moneter.

Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut ditutup melemah ke level Rp17.746 per dolar AS dari posisi sebelumnya di level Rp17.703 per dolar AS.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *