RISKS.ID – Penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 mempertegas rekam jejak panjangnya di lanskap perekonomian nasional. Sebelum memegang posisi tertinggi di bank sentral, perjalanan karirnya membentang luas di sektor akademis, analisis pasar modal, lembaga pemerintah, hingga jajaran regulator keuangan.
Kiprah profesional wanita kelahiran 1963 ini berakar kuat dari dunia akademis. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Master of Science dari Cornell University, ia mengawali langkahnya sebagai peneliti serta pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEUI).
Transisi menuju dunia pasar keuangan dan perbankan terukir saat ia dipercaya mengemban berbagai posisi strategis sebagai ekonom senior. Destry pernah menjabat sebagai Chief Economist di PT Mandiri Sekuritas serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pengalamannya dalam menganalisis dinamika makroekonomi dan pasar modal menjadikannya salah satu ekonom paling diperhitungkan di Indonesia.
Keandalan analisisnya membawa Destry masuk ke ranah kebijakan publik. Ia dipercaya menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019, sekaligus pernah memimpin Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2015.
Karier di bank sentral resmi dimulai pada 2019 saat ia terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Selama mengemban amanah tersebut, ia konsisten mengawal stabilitas nilai tukar serta akselerasi digitalisasi sistem pembayaran nasional. Pengalaman panjang ini menjadikannya figur yang matang untuk memimpin Bank Indonesia menghadapi tantangan ekonomi global.






