RISKS.ID – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) membukukan capaian operasional yang cemerlang sepanjang Semester I 2026. Pertumbuhan positif berhasil diraih di berbagai segmen bisnis, mulai dari pengelolaan area penumpukan barang, jasa pengiriman, fasilitas properti pendukung, hingga pengembangan kawasan pariwisata maritim.
Capaian solid ini menjadi bukti nyata atas efektivitas strategi integrasi layanan logistik yang dijalankan perusahaan. Langkah transformasi BUMN di bawah naungan ekosistem Danantara Indonesia turut memperkuat efisiensi serta daya saing bisnis PSL di tingkat nasional.
Direktur Operasi & Teknik PSL, Bobby Hardian, menegaskan bahwa hasil positif ini diperoleh berkat konsistensi seluruh tim dalam menjaga kualitas pelayanan. Sinergi antar unit bisnis dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan rantai pasok yang solid bagi para pemangku kepentingan.
“Pertumbuhan kinerja pada berbagai lini usaha menunjukkan semakin kuatnya peran PSL dalam mendukung ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi. Dukungan transformasi BUMN yang berjalan dalam ekosistem Danantara Indonesia turut menjadi pendorong bagi perusahaan untuk terus meningkatkan daya saing, efisiensi layanan, dan penciptaan nilai bagi para Pemangku Kepentingan,” ujar Bobby.
Pada lini bisnis yard storage atau lapangan penumpukan, kenaikan realisasi tercatat mencapai 9,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan lalu lintas barang di sejumlah wilayah kerja utama seperti Belawan, Dumai, Pasoso, hingga Common Area.
Peningkatan signifikan juga terjadi pada sektor freight forwarding yang tumbuh sebesar 16,44 persen. Pertumbuhan ini dipicu oleh bertambahnya permintaan armada trucking dan kelancaran proses customs clearance di wilayah Surabaya. Sementara itu, layanan transportasi multimoda di kawasan Kuala Tanjung berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 8,08 persen.
Sektor properti pendukung (hinterland development) menunjukkan kinerja yang tidak kalah stabil. Tingkat penyewaan ruang perkantoran dan komersial di Pelindo Tower naik sebesar 2,89 persen berkat keterisian tenant yang melampaui target awal. Selain itu, arus kendaraan yang melintas di Jalan Tol Cibitung Cilincing melonjak 11,47 persen.
Pengusahaan suplai listrik untuk kegiatan kepelabuhanan juga naik 12,38 persen seiring tingginya aktivitas bongkar muat kontainer pendingin (reefer container) di BNCT-Belawan.
Di sektor pariwisata maritim, Bali Gapura Marina menunjukkan kemajuan pesat lewat peresmian fasilitas Welcome Station CIQP. Layanan ini mempermudah registrasi mandiri para kapten kapal pesiar. Saat ini, dua dermaga utama telah beroperasi penuh dan mampu menampung hingga 75 unit yacht.
“Kami melihat peluang yang semakin besar untuk penggunaan layanan pendukung pelabuhan dan terminal. Melalui peningkatan produktivitas layanan dan pengembangan infrastruktur pendukung, PSL berkomitmen mendukung terwujudnya sistem rantai pasok yang lebih efisien dan kompetitif,” pungkas Bobby.
Sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang terbentuk sejak integrasi Pelindo pada Oktober 2021, PSL terus berbenah melalui digitalisasi sistem, peningkatan kualitas SDM, serta penerapan operational excellence demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.






