RISKS.ID – Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kediri, Jawa Timur, mencatat keberhasilan pelaksanaan program Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) Bongkar Ratoon. Program tersebut terbukti ampuh membantu meningkatkan produktivitas tanaman tebu para petani binaan di wilayah kerja perusahaan.
Pelaksana Harian General Manager PG Ngadiredjo Faiz Humami mengatakan, program bongkar ratoon merupakan wujud nyata dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam mendongkrak produktivitas tebu nasional demi mewujudkan swasembada gula.
“Melalui program ini, PG Ngadiredjo memberikan bantuan bibit gratis sebanyak 60.000 mata bibit per hektare dan bantuan biaya garap sebesar 40 HOK (hari orang kerja) per hektare,” kata Faiz di Kediri, Senin (14/9).
Program bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian ini telah berjalan sejak 2025. Cakupan wilayahnya meliputi para petani tebu binaan PG Ngadiredjo di area Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, hingga Kabupaten Malang.
Manajer Tanaman PG Ngadiredjo Kediri Sabar Dwi Komarudin menyampaikan bahwa para petani yang belum berpartisipasi dalam program bongkar ratoon masih memiliki kesempatan untuk mendaftar. Petani cukup berkoordinasi langsung dengan petugas di wilayah masing-masing.
Dia menjelaskan bahwa proses pendaftaran dirancang dengan sangat mudah. Petani tinggal berkoordinasi dengan petugas lapangan untuk mendapatkan panduan lengkap terkait mekanisme pelaksanaan program.
Sabar berharap cakupan peserta program CPCL Bongkar Ratoon dapat terus meluas. Dengan demikian, peningkatan produksi tebu di kawasan PG Ngadiredjo bisa berjalan optimal serta memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi petani dan industri gula nasional.
“Dengan sinergi antara petani dan PG Ngadiredjo, kami optimistis target peningkatan produksi tebu dan swasembada gula nasional dapat tercapai,” ujar dia.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Ismail, salah seorang petani binaan PG Ngadiredjo asal Desa Nyawangan, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Dia mulai bergabung dalam program bongkar ratoon pada musim tanam 2025.
“Alhamdulillah saya mengikuti program ini pada musim 2025, dan hasil panen tahun ini meningkat setelah dibongkar ratoon,” kata Ismail.
Ismail menceritakan, sebelum mengikuti program tersebut, lahan tebu seluas satu hektare miliknya hanya mampu menghasilkan kurang dari 1.000 kuintal. Namun setelah menerapkan bongkar ratoon, hasil panen dengan luas lahan yang sama melonjak hingga sedikitnya 1.250 kuintal.
“Peningkatan hasil ini sangat bisa kami rasakan, dan nanti biasanya untuk perasan kedua bisa naik lagi,” tutur dia.
Kenaikan produktivitas tersebut juga tercermin dari peningkatan bobot tanaman serta angka rendemen tebu. Ismail menambahkan, varietas tebu yang ditanam melalui program ini adalah jenis SGN 01.
“Bobotnya bertambah dan rendemennya meningkat,” ujar dia.
Ismail pun berharap program CPCL Bongkar Ratoon terus berlanjut agar petani tebu lain yang belum berkesempatan bisa merasakan peningkatan produktivitas serupa.






