RISKS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 1,20 persen ke level 6.298.
Tekanan ini dipicu lonjakan harga minyak dunia, kenaikan yield US Treasury, serta pelemahan nilai tukar Rupiah.
Secara teknikal, pergerakan indeks kini berada di bawah indikator MA5 dan MA100 dengan Stochastic RSI di area oversold, mengindikasikan potensi uji support pada kisaran 6.186–6.200.
Meski IHSG dibayangi koreksi, kondisi likuiditas domestik tercatat masih solid.
Uang beredar (M2) per Agustus 2026 tumbuh 8,2 persen YoY mencapai Rp10.448,1 triliun, didorong ekspansi kredit perbankan yang menembus 13,3 persen YoY.
Tren pergeseran dana ke tabungan rupiah dan uang kuasi juga menunjukkan fleksibilitas masyarakat dalam mengelola dana jangka pendek.
Kombinasi likuiditas sehat dan tren kenaikan harga minyak dunia justru memberi angin segar bagi sektor komoditas.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham energi dan tambang yang berpeluang meraup cuan, yakni ENRG, MEDC, ELSA, AKRA, dan ANTM.






