RISKS.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi hadirnya film Djamin Setia Selamanya karya sutradara Rako Prijanto. Menurutnya, karya layar lebar tersebut berpotensi besar menjadi media edukasi sejarah yang efektif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Hal itu disampaikan Fadli Zon saat menghadiri pemutaran film Djamin Setia Selamanya di Jakarta, Jumat (2/10). Menurutnya, film biopik pahlawan nasional Jamin Ginting Suka tersebut berhasil menyajikan narasi sejarah dengan alur cerita yang menghibur serta dibalut sinematografi yang apik.
Berdasarkan siaran pers kementerian di Jakarta, Sabtu (3/10), Fadli Zon menjelaskan bahwa film ini mengisahkan perjuangan kepahlawanan Jamin Ginting pada masa perang mempertahankan kemerdekaan, saat Belanda berupaya merebut kembali kekuasaan di Indonesia.
Tak hanya menyajikan adegan laga, pertempuran, dan gambaran kehidupan sehari-hari pada era tersebut, film ini juga mengangkat kekayaan budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat Karo, Sumatera Utara.
Fadli Zon menilai penggarapan biopik Djamin Setia Selamanya merupakan contoh praktik baik menjadikan film sebagai sarana pembelajaran sejarah perjuangan bangsa. Lewat film ini, penonton dapat memahami dari dekat perjuangan rakyat di wilayah Sumatera pada era agresi militer Belanda.
“Ini ada perjuangan yang mungkin banyak orang tidak tahu di Sumatera, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh, yang dipimpin oleh tokoh-tokoh pejuang Angkatan 45,” ujar Fadli Zon.
Ia menegaskan bahwa peristiwa masa lalu tersebut memberikan wawasan penting bagi generasi masa kini mengenai luasnya cakupan perjuangan kemerdekaan.
“Kisah-kisah ini memberikan pengetahuan bahwa perjuangan Jamin Ginting dan perjuangan kemerdekaan kita ini bukan hanya bergolak di tanah Jawa, tapi ada di Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan juga di banyak daerah lain. Tentu sejarah ini penting untuk dilihat, karena periode 1945-1950 merupakan periode penting dalam sejarah Indonesia,” jelasnya.
Film Djamin Setia Selamanya sendiri menyoroti perjalanan hidup Jamin Ginting sejak menempuh pendidikan di sekolah Belanda, bergabung menjadi tentara sukarela Giyugun, hingga memimpin perang gerilya di Sumatera Utara semasa agresi militer Belanda.
Melalui biopik yang dibintangi oleh aktor Rafi Sudirman ini, diharapkan dapat memicu lahirnya lebih banyak karya sinematik yang menginspirasi anak muda di seluruh pelosok negeri.
Kegiatan pemutaran film pada Jumat (2/10) tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan, produser Riahna Djamin Ginting, penulis skenario Titien Wattimena, serta para aktor pendukung seperti Chicco Kurniawan dan Jourdy Pranata.






