RISKS.ID – Wabah penyakit akibat virus Ebola di Republik Demokratik Kongo semakin menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat infeksi virus mematikan tersebut kini telah menembus angka lebih dari 4.000 orang.
Berdasarkan data Lembaga Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo (INSP) yang dikutip dari portal berita Actualite pada Sabtu, 3 Oktober 2026, akumulasi kasus Ebola yang terkonfirmasi telah mendekati angka 8.300 kasus. Penyebaran infeksi ini tercatat menyebar secara signifikan di tujuh provinsi di negara tersebut.
Data resmi mencatat total kasus kematian mencapai 4.018 jiwa dari keseluruhan 8.300 kasus terkonfirmasi. Kondisi ini menempatkan tingkat kematian atau case fatality rate akibat wabah Ebola di Kongo berada di angka yang cukup tinggi, yakni mencapai 48,4 persen. Sementara itu, pasien yang berhasil berjuang dan dinyatakan sembuh tercatat sebanyak 2.162 orang.
Eskalasi penyebaran virus ini juga memicu kekhawatiran besar di tingkat regional. Potensi penyebaran lintas negara menjadi perhatian serius para otoritas kesehatan di benua Afrika.
“Virus Ebola kini menjadi ancaman nyata bagi negara-negara tetangga Kongo,” tegas Direktur Jenderal Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Afrika, Jean Kaseya.
Pemerintah setempat bersama badan kesehatan internasional terus berupaya menekan laju penularan dengan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan serta mempercepat penanganan medis bagi para pasien terinfeksi.






