PC TPK Pastikan Layanan Bongkar Muat Tetap Normal Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

terminal peti kemas ipc
Bongkar muat di dermaga Area Tanjung Priok 2 Domestik IPC TPK. Foto: IPC Terminal Petikemas

RISKS.ID – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas, memastikan pelayanan bongkar muat peti kemas tetap berjalan normal selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Corporate Secretary & Hubungan Eksternal IPC TPK Pramestie Wulandary menyampaikan seluruh area kerja IPC TPK tetap beroperasi selama masa libur Nataru. Manajemen telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan arus barang serta dinamika cuaca di akhir tahun, guna menjaga kelancaran arus logistik dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Bacaan Lainnya

“Kami memastikan kegiatan bongkar muat dan layanan terminal berjalan normal untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional selama masa libur Nataru,” ujar Pramestie Wulandary dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/12).

Untuk menjaga keberlangsungan operasional, IPC TPK menyiapkan pengaturan melalui pengecekan kesiapan alat bongkar muat, penguatan kesiapan sumber daya manusia (SDM), serta pengaturan lalu lintas kendaraan di dalam dan luar area terminal.

Selain itu, IPC TPK memastikan kapasitas lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) tetap terkelola dengan baik. Upaya tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya penumpukan peti kemas di area terminal.

IPC TPK juga mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan arus barang menjelang periode Nataru. Manajemen memastikan pengaturan YOR dilakukan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh pemegang saham, sehingga aktivitas bongkar muat dapat berlangsung efisien.

Mengantisipasi kondisi cuaca pada musim penghujan, IPC TPK memperkuat penerapan prosedur keselamatan kerja. Langkah tersebut meliputi pemantauan cuaca secara berkala, pengaturan operasional alat pada kondisi tertentu, peningkatan pengawasan keselamatan di lapangan, serta pengecekan intensif terhadap keandalan peralatan.

Di sisi lain, IPC TPK juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan pelabuhan, seperti Kantor Otoritas Pelabuhan, Kesyahbandaran, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan dan distribusi logistik selama periode libur Nataru.

“Kami berkomitmen menjaga performa operasional sesuai standar serta memastikan seluruh kegiatan bongkar muat berlangsung aman, efisien, dan sesuai pengaturan yang ditetapkan. Sinergi dengan seluruh pihak di pelabuhan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional,” kata Pramestie.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *