Pentingnya Edukasi Seks Sejak Dini untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

Menteri PPA Arifah Fauzi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. Foto: Kementerian PPA

RISKS.ID — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya peran orangtua dan keluarga dalam memberikan edukasi seks kepada anak guna mencegah terjadinya kekerasan seksual.

“Ini peringatan untuk kita bersama. Anak-anak harus tahu mana bagian tubuh yang boleh disentuh dan mana yang tidak boleh disentuh,” kata Arifah usai menemui seorang anak perempuan korban kekerasan seksual di Sentra Bahagia, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (31/1/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Arifah, edukasi seks yang tepat akan membantu anak memahami bagian tubuh yang bersifat privat dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.

“Dengan begitu, anak bisa lebih waspada terhadap potensi kekerasan seksual yang dapat terjadi di lingkungan sekitarnya,” ujar dia.

Selain edukasi seks, Arifah juga meminta orang tua memperbaiki pola komunikasi dengan anak agar anak merasa aman dan berani menyampaikan perasaan maupun pengalaman yang dialaminya.

“Ayo kita introspeksi keluarga kita. Jangan mengira anak yang diam itu baik-baik saja. Anak perlu diajak bicara tentang apa yang sebenarnya dia rasakan dan alami,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Arifah menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus kekerasan seksual yang dialami korban hingga menyebabkan kehamilan. Dia mengecam keras perbuatan pelaku yang dinilai sangat keji.

“Saya sedih melihatnya karena anak ini mengenal pelaku. Pelaku adalah teman akrab ayahnya,” ujar dia.

Arifah menjelaskan, dalam kasus tersebut terdapat relasi kuasa yang timpang antara pelaku dan korban. Pelaku juga diduga mengancam korban agar tidak menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tua.

“Anak ini tidak bisa bicara karena diancam agar tidak menyampaikan kepada orang tuanya, dan peristiwa itu terjadi berulang kali,” kata Arifah.

Diketahui, pelaku merupakan teman ayah korban. Saat ini, pelaku telah diamankan pihak kepolisian dan sedang menjalani proses hukum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *