AALI Genjot Replanting 6.000 Hektare di 2026

Foto Ilustrasi

RISKS.ID – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menegaskan komitmennya dalam menjaga kinerja jangka panjang melalui program peremajaan tanaman atau replanting. Strategi ini dinilai krusial untuk memastikan produktivitas kebun tetap optimal di tengah tantangan industri sawit.

Presiden Direktur AALI, Djap Tet Fa, menyampaikan bahwa perusahaan telah menetapkan target replanting seluas 6.000 hektare pada tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat fondasi operasional perseroan.

Bacaan Lainnya

“Menjaga produktivitas adalah hal yang sangat penting bagi kami. Karena itu, replanting akan menjadi fokus utama perusahaan ke depan,” ujar Djap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta.

Dalam menjalankan program tersebut, AALI tidak hanya mengandalkan perluasan lahan, tetapi juga inovasi dari sisi riset. Perusahaan memiliki tim research and development (R&D) internal yang telah menghasilkan sejumlah bibit unggul untuk mendukung peningkatan hasil panen.

Djap menjelaskan, saat ini terdapat enam varietas bibit unggulan yang siap digunakan dalam proses replanting. “Kami memiliki enam jenis bibit unggul hasil pengembangan internal, dan ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas kebun,” katanya.

Sejak 2015, AALI tercatat telah melakukan replanting terhadap sekitar 40 persen dari total areal perkebunan yang dimiliki. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara bertahap terhadap hasil produksi dan efisiensi operasional.

Dari sisi investasi, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp1,4 triliun pada 2026, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 63,8 persen dari anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung kegiatan replanting, sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *