Update Tabrakan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi: Lima Tewas, 79 Luka

tabrakan ka bekasi
Foto: Tangkapan Layar

RISKS.ID – Kecelakaan maut terjadi antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, menewaskan lima orang. Selain itu, sebanyak 79 penumpang lainnya mengalami luka-luka berdasarkan data sementara.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang turun langsung meninjau lokasi kejadian mengungkapkan, proses evakuasi sempat menghadapi hambatan besar karena sejumlah penumpang terjepit di dalam gerbong.

Bacaan Lainnya

“Masih pendalaman berapa jumlah korban persisnya. Tapi hambatan dari evakuasi itu karena penumpang dalam keadaan terjepit, kemudian celah untuk ruang evakuasinya sempit,” ujar Dasco kepada wartawan di lokasi, Senin (27/4) malam.

Meski demikian, dia memastikan proses penyelamatan berjalan lancar berkat kerja sama lintas instansi. Area kecelakaan juga telah berhasil disterilkan untuk mempercepat penanganan.

“Saya lihat petugas dari kepolisian maupun dari pihak SAR dan TNI-Polri bekerja dengan kompak di lokasi,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan korban luka telah dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Korban luka saat ini mendapatkan perawatan di RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya,” ucap Tri.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyebut sedikitnya 29 penumpang harus menjalani perawatan medis serius akibat insiden tersebut. Bahkan, hingga Senin malam, tujuh korban masih terjebak di gerbong paling belakang KRL yang mengalami benturan paling parah.

Menurut Asep, tim penyelamat dari Basarnas terus berupaya melakukan pemotongan badan gerbong guna mengevakuasi korban yang masih terhimpit.

“Kesulitannya, memang saat ini sedang ada pemotongan gerbong oleh Basarnas pada korban-korban yang terjepit. Mudah-mudahan bisa segera dievakuasi,” jelasnya.

PT KAI sebelumnya menegaskan seluruh sumber daya difokuskan untuk mengevakuasi penumpang dan awak kereta, sekaligus menangani korban dengan prioritas utama keselamatan jiwa.

Berdasarkan informasi di lokasi, kecelakaan bermula saat KRL Commuter Line tengah berhenti di jalur 1 menuju arah Cikarang. Namun, dari arah barat, KA Argo Bromo Anggrek memasuki jalur yang sama hingga tabrakan keras tak terhindarkan.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian paling serius di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Investigasi menyeluruh kini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden maut tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *