Rupiah Ditutup di Rp17.229 per Dolar AS, Pasar Dibayangi Kebuntuan Konflik AS-Iran

rupiah

RISKS.ID – Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan Selasa (28/4) di zona hijau setelah menguat 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.229 per dolar Amerika Serikat (AS).

Penguatan ini lebih baik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.243 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, pergerakan rupiah masih dibayangi tekanan eksternal akibat memanasnya ketidakpastian geopolitik global, khususnya terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pasar masih mencermati kebuntuan upaya penyelesaian konflik kedua negara yang berdampak langsung terhadap jalur distribusi energi dunia.

“Upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti, dengan jalur air penting Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah tersebut tidak dapat diakses oleh pembeli global,” ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4).

Menurut dia, Iran memang telah menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz pekan ini. Namun, sebagian besar pihak di Washington masih meragukan tawaran tersebut karena dinilai hanya menunda pembahasan isu nuklir Teheran.

Presiden AS Donald Trump disebut belum puas dengan proposal terbaru Iran.

Sumber diplomatik menyebut Teheran berupaya menunda pembicaraan soal program nuklir hingga konflik bersenjata mereda dan sengketa pelayaran di kawasan Teluk selesai.

“Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa pasokan setara dengan sekitar 20 persen konsumsi minyak dan gas global,” kata Ibrahim.

Kondisi tersebut membuat pasar global tetap waspada karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga menanti hasil pertemuan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Ibrahim memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Rabu (29/4/2026), namun pasar tetap menunggu sinyal kebijakan lanjutan terkait inflasi dan dampak konflik global.

“The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah,” ujarnya.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia turut menunjukkan penguatan rupiah ke level Rp17.245 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.277 per dolar AS.

Penguatan ini menjadi sinyal positif di tengah tekanan global, meski volatilitas rupiah diperkirakan masih tinggi seiring perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *