Rupiah Tertekan Perang Iran-AS, Analis Prediksi Tembus Rp16.900 per Dolar

nilai tukar rupiah
Ilustrasi: Chaterine G Peter/RISKS.ID

RISKS.ID – Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali tertekan pada perdagangan Senin (2/3/2026). Eskalasi perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen utama yang mendorong pelemahan mata uang Garuda.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi bergerak melemah di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS. Tekanan muncul akibat meningkatnya sentimen risk off di pasar global.

Bacaan Lainnya

“Rupiah diperkirakan akan melemah dan bergerak volatile terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off dari eskalasi perang di Timur Tengah,” kata Lukman di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Menurut dia, pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko dan memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti dolar AS. Kondisi ini menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Meski demikian, Lukman memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan segera melakukan intervensi untuk menahan pelemahan agar tidak terlalu dalam.

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin pagi, rupiah memang sudah bergerak melemah 42 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.829 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp16.787 per dolar AS.

Gejolak pasar dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah. Pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa sipil.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

Situasi semakin memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikonfirmasi wafat akibat serangan rudal tersebut. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung selama 40 hari serta meliburkan aktivitas kerja selama sepekan.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran menyatakan akan membalas kematian Khamenei. Ketidakpastian geopolitik inilah yang dinilai menjadi faktor utama penekan pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *