Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp54.300 per Kg, Telur Ayam Rp31.200

cabai

RISKS.ID – Harga sejumlah komoditas pangan strategis nasional masih menunjukkan fluktuasi pada perdagangan Rabu (29/4) pagi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia per pukul 09.15 WIB, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi, mencapai Rp54.300 per kilogram.

Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat berada di level Rp31.200 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga cabai masih menjadi perhatian utama masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap kebutuhan konsumsi harian.

Daftar Harga Pangan Strategis Nasional:

Komoditas Bumbu Dapur

  • Bawang merah: Rp48.000 per kg
  • Bawang putih: Rp39.500 per kg
  • Cabai merah besar: Rp49.300 per kg
  • Cabai merah keriting: Rp44.650 per kg
  • Cabai rawit merah: Rp54.300 per kg
  • Cabai rawit hijau: Rp40.100 per kg

Harga Beras:

Beras kualitas bawah

  • Bawah I: Rp15.500 per kg
  • Bawah II: Rp14.900 per kg

Beras kualitas medium

  • Medium I: Rp16.350 per kg
  • Medium II: Rp16.300 per kg

Beras kualitas super

  • Super I: Rp17.450 per kg
  • Super II: Rp16.950 per kg

Protein Hewani:

  • Telur ayam ras: Rp31.200 per kg
  • Daging ayam ras segar: Rp37.550 per kg
  • Daging sapi kualitas I: Rp152.250 per kg
  • Daging sapi kualitas II: Rp144.650 per kg

Gula dan Minyak Goreng:

  • Gula pasir premium: Rp21.350 per kg
  • Gula pasir lokal: Rp19.200 per kg
  • Minyak goreng curah: Rp19.450 per liter
  • Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp23.850 per liter
  • Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp23.000 per liter

Tekanan Harga Masih Terasa

Harga cabai rawit merah yang menembus Rp54 ribu per kilogram menunjukkan tekanan pasokan di sejumlah daerah masih cukup kuat.

Di sisi lain, harga beras dan protein hewani relatif stabil, meski tetap berada pada level tinggi untuk beberapa kelompok masyarakat.

Pergerakan harga pangan ini menjadi indikator penting bagi inflasi nasional, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi masyarakat.

Pemerintah dan otoritas terkait terus memantau stabilitas pasokan guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan distribusi pangan tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *