Keseruan Nonton Festival Rujak Uleg Surabaya yang Kian Mendunia

festival rujak uleg surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di tengah kegiatan Festival Rujak Uleg dalam rangka Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS). Foto: Pemkot Surabaya

RISKS.ID – Aroma petis, irisan buah segar, dan suara riuh alu yang menumbuk cobek berpadu menjadi satu di Surabaya Expo Center, Sabtu malam (9/5). Festival Rujak Uleg 2026 kembali menjelma menjadi pesta rakyat yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga menghidupkan denyut kebersamaan warga Kota Pahlawan.

Ribuan pengunjung tampak memadati area festival sejak sore hari. Mereka datang dari berbagai penjuru Surabaya hingga daerah lain di Jawa Timur untuk menikmati kemeriahan agenda tahunan yang telah menjadi ikon budaya kota tersebut.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam Festival Rujak Uleg tahun ini.

“Festival Rujak Uleg bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang kebersamaan seluruh warga Surabaya tanpa memandang latar belakang,” kata Eri di sela kegiatan.

Festival tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS). Bagi Pemerintah Kota Surabaya, acara itu bukan hanya tentang kuliner, tetapi juga upaya menjaga warisan budaya khas Kota Pahlawan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Tahun ini, Festival Rujak Uleg mengusung tema “Rujak Phoria”. Nuansa olahraga dunia terasa begitu kuat lewat dekorasi bernuansa sepak bola, atribut warna-warni, hingga lomba fashion show bertajuk Sport Fashion dan Surabaya World Fashion Carnival.

Anak-anak muda tampak mendominasi sejumlah area festival. Mereka sibuk mengabadikan momen, berfoto di sudut dekorasi tematik, hingga ikut larut dalam suasana meriah yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Eri, sentuhan konsep yang lebih segar tersebut sengaja dihadirkan agar Festival Rujak Uleg semakin dekat dengan generasi muda tanpa meninggalkan identitas budayanya.

“Atmosfer meriah itu membuat Festival Rujak Uleg tahun ini terasa berbeda sekaligus semakin dekat dengan generasi muda,” ujar dia.

Di balik kemeriahan festival, Eri menilai kekuatan utama acara tersebut terletak pada semangat guyub warga Surabaya. Baginya, rujak uleg telah menjadi simbol kebersamaan yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

“Inilah alasan mengapa Festival Rujak Uleg bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Rujak uleg bukan hanya milik kelompok tertentu, tetapi menjadi wadah yang menyatukan semua elemen masyarakat,” katanya.

Sejak 2023, Festival Rujak Uleg memang telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI. Tahun 2026 terasa semakin spesial karena satu agenda unggulan Surabaya lainnya, yakni Surabaya Vaganza, juga berhasil masuk dalam daftar 125 event terbaik nasional.

Menurut Eri, masuknya agenda daerah ke dalam KEN membawa dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kota. Kehadiran wisatawan dinilai mampu menggerakkan pelaku UMKM, hotel, restoran, hingga sektor transportasi lokal.

“Ketika sebuah event masuk KEN, dampaknya sangat besar. Wisatawan akan semakin banyak datang ke Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Kementerian Pariwisata RI Eni Komiarti turut mengapresiasi capaian Surabaya yang kembali menempatkan Festival Rujak Uleg dalam jajaran event unggulan nasional.

“Tahun ini menjadi pencapaian yang membanggakan. Selamat kepada Festival Rujak Uleg yang kembali menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara 2026 untuk ketiga kalinya,” kata Eni.

Dia juga menyampaikan apresiasi karena dua event besar Surabaya, yakni Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza, sama-sama berhasil masuk dalam daftar KEN 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *