RISKS.ID – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) membidik penyaluran kredit program perumahan (KPP) senilai Rp350,7 miliar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Target tersebut seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pembiayaan rumah berbasis syariah.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan hingga April 2026 pihaknya telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebesar Rp44 miliar kepada 110 nasabah di NTB.
“Kami sudah mengidentifikasi potensi pembiayaan mencapai Rp350,7 miliar baik dari sisi demand maupun supply,” ujar Bob dalam sosialisasi pembiayaan perumahan di Mataram, Selasa (20/5/2026).
Menurut dia, program pembiayaan perumahan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh hunian layak, tetapi juga memperkuat kapasitas pelaku UMKM di sektor perumahan dan konstruksi.
BSI mencatat hingga 19 Mei 2026 terdapat 769 calon nasabah yang berminat mengajukan kredit program perumahan dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp315 miliar.
“Angka itu menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pembiayaan program perumahan berbasis hunian, sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan program,” katanya.
Bob berharap kredit program perumahan dapat menjadi solusi pembiayaan sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Secara nasional hingga April 2026, BSI telah menyalurkan pembiayaan kredit program perumahan sebesar Rp747 miliar kepada 2.190 nasabah. Realisasi tersebut setara 60 persen dari kuota pemerintah sebesar Rp1,25 triliun.
Selain itu, BSI juga mendukung program tiga juta rumah melalui penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 1.201 unit rumah.
“Kami nomor dua di antara Himpunan Bank Milik Negara. Ini menunjukkan kompetensi kami kepada program Kementerian PKP dan pemerintah,” ujar Bob.






