Laba SeaBank Melonjak 288 Persen pada Kuartal I 2026, Tembus Rp375,6 Miliar

seabank
Karyawan SeaBank sedang melayani nasabah. Foto: Vino Syahputra/RISKS.ID

RISKS.ID – PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mencatat lonjakan laba bersih setelah pajak sebesar 288 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I 2026 menjadi Rp375,6 miliar.

Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp96,7 miliar.

Bacaan Lainnya

Perseroan menyebut pertumbuhan profitabilitas itu ditopang oleh peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi aset yang berjalan maksimal.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketangguhan model bisnis bank digital dalam menjawab kebutuhan finansial masyarakat.

“Capaian ini merupakan bukti ketangguhan model bisnis bank digital untuk menjawab kebutuhan finansial masyarakat,” ujar Sasmaya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5).

Kinerja positif SeaBank juga tercermin dari tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) yang meningkat menjadi 4,01 persen.

Menurut perseroan, angka tersebut menunjukkan efisiensi bank dalam mengelola risiko sekaligus mendiversifikasi sumber pendapatan seiring meningkatnya integrasi layanan digital dalam aktivitas nasabah.

Dari sisi aset, total aset SeaBank tumbuh 33 persen secara tahunan dari Rp37,4 triliun pada kuartal I 2025 menjadi Rp49,7 triliun pada kuartal I 2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi kredit yang berkualitas serta strategi penempatan likuiditas secara prudent pada instrumen yang aman.

Penyaluran kredit SeaBank tercatat naik 40,83 persen menjadi Rp34,80 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp24,71 triliun.

Fokus penyaluran kredit perseroan berada pada segmen retail individual melalui produk direct lending serta kerja sama strategis dengan perusahaan multifinance dan mitra lending partner.

Di tengah ekspansi tersebut, kualitas kredit SeaBank tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 1,56 persen.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) hingga Maret 2026 tumbuh 44,58 persen menjadi Rp39,1 triliun dibandingkan posisi kuartal I 2025 sebesar Rp27 triliun.

Pertumbuhan DPK tersebut didorong dominasi dana murah atau current account saving account (CASA) yang mencapai 69,10 persen dari total DPK.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, SeaBank juga memastikan kecukupan modal tetap kuat dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 21,88 persen pada akhir kuartal I 2026.

Perseroan optimistis mampu melanjutkan momentum pertumbuhan positif sepanjang tahun ini dengan dukungan fundamental bisnis yang kuat serta meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *