RISKS.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat pembiayaan sektor perumahan subsidi berbasis syariah. Hingga 21 Mei 2026, perseroan telah menyalurkan pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp844 miliar.
Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo mengatakan realisasi tersebut telah mencapai sekitar 67 persen dari target penyaluran KPP BSI sepanjang tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp1,2 triliun.
Dia optimistis target tersebut dapat tercapai dengan memaksimalkan potensi ekosistem ekonomi syariah nasional yang dinilai masih sangat besar.
“Karena kita tahu masyarakat Indonesia adalah masyarakat terbesar umat Muslimnya dan penetrasi ekonomi syariah masih tinggi peluang untuk peningkatannya,” kata Anggoro saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah subsidi, BSI menggandeng sejumlah organisasi kemasyarakatan besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Menurut Anggoro, kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka potensi pasar baru, termasuk mendorong para guru di lingkungan pesantren agar dapat memanfaatkan program KPP.
“Sehingga kami akan lebih mudah untuk menggali potensinya, termasuk juga yang kami dorong adalah guru-guru di pesantren-pesantren untuk bisa menikmati program (KPP) ini,” ujarnya.
Selain KPP, BSI juga mendukung penyaluran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Tahun ini, BSI menargetkan pembiayaan sebanyak 5.540 unit rumah subsidi.
Hingga kini, realisasi akad FLPP tercatat mencapai 1.250 unit rumah subsidi.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, mendorong BSI ikut berpartisipasi dalam sejumlah agenda groundbreaking perumahan subsidi sepanjang 2026.
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat (22/5/2026), Ara menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah lokasi pembangunan rumah subsidi di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.
Ara mengatakan dirinya juga telah bertemu dengan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid untuk memastikan kesiapan lahan pembangunan tersebut.
“Saya berharap lokasi-lokasi tanah yang sudah disiapkan Pak Nusron itu bisa juga 1-2 groundbreaking dari BSI tahun ini. Apakah mungkin di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, ada di Jawa Tengah, ada di Jawa Timur, ada di Sumatra Utara, terutama di daerah padat penduduk,” ucap Ara.






