Negosiasi dengan Iran Capai Kemajuan Besar, AS Klaim Selat Hormuz Segera Dibuka Tanpa Pungutan

marco rubio
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Foto: AP/Alex Brandon/Pool

RISKS.ID –  Pemerintah Amerika Serikat mengklaim negosiasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan transit mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut kerangka awal kesepakatan dengan Iran kini hampir rampung.

Dalam keterangannya kepada wartawan di New Delhi pada Minggu (24/5), Rubio mengatakan kemajuan penting telah dicapai melalui perundingan tidak langsung antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan.

Bacaan Lainnya

“Kemajuan signifikan telah dicapai, meski belum final,” kata Rubio.

Dia menegaskan Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional dan bukan milik Iran. Karena itu, kebebasan pelayaran di kawasan tersebut menjadi perhatian bersama negara-negara di kawasan Teluk.

Menurut Rubio, dalam 48 jam terakhir AS bersama para mitranya di kawasan Teluk berhasil membuat kemajuan diplomatik terkait penyusunan kerangka kesepakatan tersebut.

Jika negosiasi berhasil diselesaikan, lanjut dia, kesepakatan itu bukan hanya membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya transit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyelesaikan sejumlah persoalan terkait ambisi nuklir Iran di masa lalu.

Meski demikian, Rubio menegaskan kesepakatan tersebut tetap membutuhkan persetujuan penuh dan kepatuhan dari Iran. Selain itu, pembahasan teknis lanjutan juga masih diperlukan sebelum seluruh poin dapat difinalisasi.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump disebut telah menghubungi sejumlah pemimpin Timur Tengah pada Sabtu (23/5) malam untuk membahas perkembangan negosiasi dengan Iran.

Trump bahkan menyebut sebagian besar isi kesepakatan sebenarnya telah dirundingkan dan kini hanya tinggal menunggu tahap finalisasi.

“Tujuan akhirnya adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” ujar Rubio.

Dia menambahkan program nuklir Iran merupakan persoalan teknis yang kemungkinan membutuhkan waktu cukup panjang untuk diselesaikan sepenuhnya.

“Kami lebih memilih menyelesaikan isu ini melalui jalur diplomatik,” katanya.

Rubio juga memberi sinyal dunia kemungkinan akan segera menerima kabar positif, setidaknya terkait pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan transit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *