RISKS.ID – Kabar duka menyelimuti panggung politik dan dunia usaha tanah air. Anggota DPR RI sekaligus mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026.
Tokoh besar yang juga dikenal sebagai putra daerah kebanggaan Gorontalo tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta sekitar pukul 03.20 WIB atau 04.00 WIB.
Kabar wafatnya almarhum terkonfirmasi langsung melalui Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro saat dihubungi di Jakarta. Fauzi Amro menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum seraya memanjatkan doa agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Saat ini, Rachmat Gobel tercatat masih aktif menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2024 sampai 2029 mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Gorontalo dari Partai NasDem. Pada periode berjalan ini, dia bertugas sebagai Kapoksi Komisi VI dan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen.
Sebelum kembali duduk di kursi legislatif periode sekarang, dia juga sempat menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) untuk masa jabatan 2019 sampai 2024.
Selain kiprahnya di parlemen, rekam jejak pengabdian almarhum di pemerintahan juga sangat melekat di ingatan publik. Rachmat Gobel merupakan mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang menjabat pada periode tahun 2014-2015.
Pengabdian panjangnya kepada bangsa dan negara meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kolega, serta seluruh masyarakat.
Bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo, Rachmat Gobel bukan sekadar politisi nasional, melainkan sosok tokoh daerah, pengusaha sukses, dan mentor politik. Dia bahkan baru saja dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Gorontalo untuk periode 2025 sampai 2030.
Kepergian almarhum yang mendadak ini mengejutkan banyak pihak, termasuk internal partai. Fungsionaris DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo, Roni Imran, mengaku sangat kaget dengan berita duka ini.
Roni yang bertindak sebagai Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu menceritakan bahwa dia masih sempat berkomunikasi via telepon dengan almarhum pada Kamis malam untuk melaporkan berbagai hal. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda almarhum akan berpulang, sebab komunikasi harian terjalin sangat aktif seperti biasa.
Duka mendalam juga dirasakan oleh warga Gorontalo. Salah seorang warga Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rosdian, mengaku tak kuasa menahan kesedihan atas berpulangnya tokoh yang memiliki andil besar membangun daerah tersebut.
Masyarakat merasa sangat kehilangan figur yang telah memperindah kawasan Limboto melalui penataan Taman Pentadio Resort serta mempercantik Menara Pakaya.
Almarhum berpulang dengan meninggalkan seorang istri, Retno Damayanti, serta dua orang anak, yakni Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel, beserta cucu-cucu serta keluarga besar.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan, untuk memberikan kesempatan bagi keluarga dan kerabat dalam memberikan penghormatan terakhir.
Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup serta memohon doa dari seluruh masyarakat. Adapun prosesi pemakaman direncanakan bakal dilaksanakan di kampung halamannya di Gorontalo, sesuai dengan harapan masyarakat putra daerah.






