LDR Perbankan Sulut Tembus 162 Persen, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas di Tengah Ekspansi Kredit

OJK

RISKS.ID – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) Robert Sianipar mengingatkan perbankan di wilayahnya untuk terus memperkuat likuiditas. Langkah ini dinilai krusial di tengah gencarnya ekspansi kredit yang saat ini tengah berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan Robert di Manado pada Kamis, 16 Juli 2026. Dia menekankan bahwa penguatan likuiditas menjadi keharusan lantaran loan deposit ratio (LDR) perbankan di Sulawesi Utara (Sulut) saat ini berada di atas angka 100 persen.

Bacaan Lainnya

“Likuiditas perbankan harus terus diperkuat, karena loan deposit rasio (LDR) perbankan Sulut berada di atas angka 100,” ujar Robert.

Hingga posisi April 2026, LDR perbankan Sulut tercatat berada di level 162,48 persen. Kendati masih tinggi, angka ini sebenarnya mengalami penurunan sebesar 1,59 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 164,07 persen.

Dia menjelaskan bahwa tingginya angka LDR ini menjadi indikator bahwa penyaluran kredit di Sulut jauh lebih besar ketimbang penghimpunan dana masyarakat di daerah tersebut. Faktor pendorongnya adalah adanya aliran dana dari luar daerah yang masuk ke Sulut.

“Ada dana dari luar yang masuk ke Sulut dan dijadikan sebagai pinjaman,” katanya pula.

Meskipun rasio LDR perbankan Sulut tergolong tinggi, Robert memastikan kondisi likuiditas secara umum masih terjaga dengan baik. Namun, dia tetap mengimbau agar pihak perbankan menjaga kestabilan likuiditas dengan berfokus pada Current Account Savings Account (CASA) atau penghimpunan dana murah.

Menurut dia, LDR yang tinggi tidak serta-merta menjadi tanda bahaya. Kondisi tersebut aman terkendali asalkan perbankan memiliki cadangan likuid yang cukup, akses pendanaan lain yang kuat, serta kualitas kredit yang tetap terjaga dengan bagus.

Berdasarkan data OJK hingga April 2026, total kredit yang disalurkan perbankan Sulut sukses menembus Rp57,77 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 6,97 persen jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp54,01 triliun.

Robert menambahkan, jika performa tersebut disandingkan dengan bulan sebelumnya, penyaluran kredit juga mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen, yaitu dari Rp57,19 triliun pada Maret 2026 menjadi Rp57,77 triliun pada April 2026.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh perbankan Sulut hingga April 2026 mencapai Rp35,55 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 8,01 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya sebesar Rp32,91 triliun.

Dia juga memaparkan bahwa jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025, penghimpunan DPK mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,14 persen, bergerak naik dari Rp34,81 triliun menjadi Rp35,55 triliun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *