RISKS.ID – Investasi hijau di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan energi terbarukan. Menurut Sandiaga Salahuddin Uno, penguatan ekosistem standar keberlanjutan menjadi bagian penting agar ekonomi hijau dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sandiaga mengatakan dunia usaha membutuhkan lembaga yang mampu memastikan produk dan proses bisnis telah memenuhi standar lingkungan, keamanan, tata kelola, hingga persyaratan perdagangan internasional.
“Green investment bukan hanya soal membangun energi terbarukan. Yang tidak kalah penting adalah membangun sistem yang memastikan praktik keberlanjutan benar-benar diterapkan,” ujar Sandiaga Uno.
Kebutuhan tersebut membuka peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification, Verification, and Assurance (TICVA). Salah satunya PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU), yang telah berpengalaman lebih dari tiga dekade dalam menyediakan layanan sertifikasi, inspeksi, pengujian, verifikasi, dan assurance.
Menurut Sandiaga, layanan tersebut semakin penting ketika standar ESG, sertifikasi halal, keamanan pangan, pasar karbon, dan berbagai persyaratan lingkungan mulai menjadi pertimbangan dalam perdagangan global.
“Keberlanjutan membutuhkan institusi yang kredibel. Ketika perusahaan mampu memenuhi standar yang diakui secara internasional, kepercayaan pasar akan meningkat,” katanya.
Peran lembaga TICVA dinilai akan semakin strategis seiring meningkatnya tuntutan pasar terhadap produk yang memenuhi standar keberlanjutan. Kondisi ini sekaligus dapat memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar global.






