RISKS.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas pemanfaatan layanan digital untuk membantu pelaku usaha mengelola transaksi dan keuangan secara lebih terstruktur. Salah satu layanan yang terus diperkuat adalah BNIdirect.
Hingga akhir Juni 2026, pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu. Volume transaksi melalui platform tersebut juga tumbuh 17 persen secara tahunan menjadi Rp6.039 triliun.
Pertumbuhan ini menunjukkan kebutuhan terhadap layanan perbankan digital semakin besar, terutama ketika aktivitas bisnis mulai berkembang dan membutuhkan pengelolaan transaksi yang lebih kompleks.
BNIdirect bisnis menyediakan sejumlah fasilitas untuk pelaku UMKM, seperti transfer dana, pembayaran massal, serta pengelolaan rekening secara daring. Penggunaan satu platform dapat membantu pelaku usaha mengurangi pekerjaan administratif yang sebelumnya dilakukan secara manual.
BNI juga mengembangkan mekanisme multi-user untuk meningkatkan kontrol transaksi. Dalam skema tersebut, kewenangan dapat dibagi kepada Maker, Approver, dan Releaser sesuai kebutuhan perusahaan.
Maker memasukkan transaksi, kemudian Approver melakukan pemeriksaan dan validasi. Setelah itu, Releaser meneruskan transaksi kepada bank untuk diproses. Pola tersebut membantu perusahaan membangun sistem pengawasan internal seiring bertambahnya skala usaha.
Selain menyasar UMKM, BNIdirect cash disediakan untuk institusi, perusahaan, instansi, dan yayasan dengan kebutuhan transaksi yang lebih besar. Layanan ini juga mendukung pengelolaan transaksi melalui beberapa pengguna.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan digitalisasi perlu berjalan bersama penguatan jaringan bisnis di daerah.
“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis. Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah,” ujar Putrama.
Strategi tersebut diperkuat melalui implementasi BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) di seluruh wilayah operasional BNI. Program ini mendorong kantor cabang memahami potensi ekonomi lokal dan mengembangkan ekosistem bisnis di masing-masing daerah.
BNI melihat kombinasi layanan digital dan jaringan cabang dapat membantu pelaku usaha menghadapi kebutuhan bisnis yang semakin kompleks. Digitalisasi bukan hanya menyangkut kecepatan transaksi, tetapi juga mendukung pencatatan, kontrol, dan pembagian kewenangan dalam pengelolaan keuangan.
Melalui penguatan BNIdirect dan BRAVE, BNI menargetkan layanan yang lebih relevan bagi nasabah sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan bisnis secara lebih profesional.






