RISKS.ID – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) semakin memperkuat portofolionya di sektor infrastruktur transportasi nasional. Langkah ini dibuktikan lewat raihan proyek lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai kontrak mencapai Rp1,19 triliun, sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan bahwa raihan proyek tersebut menegaskan kepercayaan pihak pemilik proyek terhadap kapabilitas serta rekam jejak perseroan dalam menggarap berbagai infrastruktur strategis.
Dalam keterangan resminya di Jakarta pada Senin, 24 Agustus 2026, Joko menegaskan komitmen perseroan untuk memberikan hasil konstruksi terbaik. Dia menyampaikan bahwa dengan pengalaman, kapabilitas, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi digital dalam proses pembangunan, PTPP optimistis pengerjaan revitalisasi ini dapat diselesaikan dengan mengedepankan ketepatan waktu, kualitas, dan keselamatan kerja.
Proyek revitalisasi Terminal 1A memiliki durasi pengerjaan selama 365 hari kalender yang dihitung mulai 21 Agustus 2026. Pelaksanaan revitalisasi ini ditujukan untuk memoles fasilitas serta meningkatkan mutu layanan di area bandara, sekaligus menopang tingginya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan aktivitas ekonomi.
Sebagai salah satu simpul transportasi udara paling vital di Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta memegang peranan krusial dalam menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, hingga pusat-pusat kegiatan ekonomi. Peningkatan kapasitas dan perbaikan fasilitas terminal ini dinilai tidak sekadar memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang, tetapi juga memperkuat daya dukung infrastruktur transportasi nasional.
Lingkup pekerjaan yang ditangani PTPP dalam proyek ini mencakup berbagai tahapan secara menyeluruh. Perseroan menggarap pengerjaan pendahuluan (preliminary), struktur, arsitektur, interior, lanskap, hingga sistem mekanikal, elektrikal, dan elektronik.
Guna memastikan mutu pengerjaan, PTPP menerapkan pendekatan konstruksi berbasis teknologi canggih. Perseroan mengaplikasikan pemodelan dan pengelolaan data 3D, 4D, dan 5D, serta memanfaatkannya bersama teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), BIM 3D, hingga fitur virtual tour.
Tak hanya itu, untuk pemetaan area bawah tanah, perseroan mengandalkan teknologi Ground Penetrating Radar (GPR) menggunakan peralatan DSX Utility Detection Solution dan Leica DS4000 Utility Detection System agar identifikasi utilitas bawah tanah menjadi jauh lebih akurat.
Dia menambahkan, integrasi teknologi digital modern ke dalam proses konstruksi ini diharapkan mampu memberi nilai tambah yang signifikan, baik dari segi efektivitas pengerjaan maupun kualitas akhir bangunan.
Tambahan nilai kontrak sebesar Rp1,19 triliun ini kian memper kokoh posisi PTPP di lini infrastruktur transportasi. Di sisi lain, pembenahan fasilitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta diharapkan mampu memperlancar konektivitas dan mendorong percepatan roda perekonomian nasional.






