RISKS.ID – Destry Damayanti resmi mengemban amanat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 setelah mengucapkan sumpah jabatan di Jakarta. Pengucapan sumpah tersebut berlangsung di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto. Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan bank sentral dalam mengawal stabilitas ekonomi nasional.
Selain Gubernur BI, prosesi tersebut menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior serta Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI. Ketiga pimpinan baru ini mengucapkan sumpah jabatan secara bersamaan berlandaskan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/P Tahun 2026.
Sebelum prosesi pengucapan sumpah, Ketua MA Sunarto menegaskan kewajiban moral dan hukum yang harus dipenuhi para pejabat terpilih.
“Sebelum memangku jabatan Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia, saudara-saudara wajib mengucapkan sumpah. Bersediakah saudara-saudara mengucapkan sumpah jabatan menurut agama saudara?” kata Sunarto.
Pertanyaan tersebut langsung dijawab bersedia oleh Destry, Aida, dan Solikin sebelum mereka membacakan sumpah jabatan di hadapan majelis. Dalam sumpahnya, jajaran pimpinan baru BI berikrar tidak akan menerima atau menjanjikan sesuatu dari pihak mana pun dalam menjalankan tugas negara.
Pelantikan ini menjadi puncak dari rangkaian seleksi ketat di lembaga legislatif. Sebelumnya, seluruh calon pimpinan bank sentral menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI pada akhir Agustus 2026. Rapat Paripurna DPR RI kemudian merestui penetapan posisi jajaran Dewan Gubernur BI tersebut.
Destry naik mengisi posisi puncak setelah sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior dan bertindak sebagai Pejabat Gubernur Sementara (PGS) BI menggantikan Perry Warjiyo. Pemerintah kemudian menyodorkan nama Destry sebagai calon tunggal melalui Surat Presiden kepada DPR RI.
Dalam penyampaian visi misinya, Destry menekankan pentingnya menjaga relevansi dan kredibilitas bank sentral dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang kian kompleks. Penguatan transmisi kebijakan moneter serta sinergi bersama pemerintah menjadi prioritas utama untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Jajaran kepemimpinan baru ini dihadapkan pada tantangan penguatan nilai tukar rupiah serta menjaga laju inflasi domestik. Dukungan internal yang kuat dari jajaran karier BI memberikan optimisme tinggi bagi tercapainya stabilitas makroekonomi yang solid.






