Jamkrindo Dorong Ekonomi Inklusif Karawang

Pelatihan membatik motif khas Karawang untuk mendorong kemandirian disabilitas. Foto HO/RISKS.ID

RISKS.ID – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem masyarakat yang inklusif dan berdaya saing.

Melalui program “Harmoni Karya Inklusif” yang berlangsung di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, BUMN penjaminan ini menghadirkan pelatihan vokasional serta membuka akses pasar bagi para penyandang disabilitas.

Bacaan Lainnya

Program yang mengusung tema keterbukaan peluang ekonomi ini tidak sekadar membekali peserta dengan keahlian teknis, tetapi juga dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian usaha.

Jamkrindo memfokuskan pelatihan pada keterampilan membatik motif khas Karawang dan teknik menjahit yang diikuti puluhan peserta disabilitas.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Akhmad Albaasithu, menegaskan pentingnya memandang program pemberdayaan dari sudut pandang pembukaan akses ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki para penyandang disabilitas perlu ditopang oleh rantai nilai usaha yang saling terintegrasi.

“Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan berkembang menjadi kegiatan produktif, ujar Akhmad.

Melalui skema business matching tersebut, hasil kain batik garapan peserta dapat langsung diolah menjadi berbagai produk kreatif berkategori siap pakai, seperti pakaian, tas, hingga aksesori fashion.

Karena itu, kami mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui business matching agar kain yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai,” lanjutnya.

Pendekatan ini memastikan proses pemberdayaan berjalan dari hulu ke hilir, mulai dari produksi bahan baku hingga menjadi produk bernilai jual tinggi.

Guna memberikan apresiasi dan ruang pamer, rangkaian kegiatan ditutup dengan pameran hasil karya, peragaan busana (fashion show), serta pemberian penghargaan kepada para peserta terbaik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan hasil karya penyandang disabilitas dengan para calon mitra usaha, komunitas, dan masyarakat luas.

“Melalui pameran dan apresiasi ini, kami berharap semakin banyak pihak melihat bahwa karya penyandang disabilitas memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan,” kata Akhmad.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *