Fitur QRIS Dominasi Transaksi blu by BCA Digital

Penggunaan fitur pembayaran QRIS melalui aplikasi blu oleh nasabah. Foto ilustrasi/RISKS.ID

RISKS.ID – PT Bank Digital BCA (BCA Digital) mencatatkan lonjakan signifikan pada performa transaksi digital non-transfer hingga 31 Agustus 2026.

Total volume transaksi penopang ekosistem bank digital ini menembus angka Rp13,13 triliun atau melejit hingga 186 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

Fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tampil sebagai pilar utama penggerak pertumbuhan tersebut.

Head of Corporate Planning BCA Digital Yoga T Halim menjelaskan bahwa penerimaan pembayaran berbasis kode QR menjadi kontributor terbesar dalam ekosistem pembayaran perusahaan.

Transaksi melalui fitur ini mendominasi portofolio pembayaran digital di luar transfer dana antarbank.

“Dengan kontribusi terbesar berasal dari transaksi QRIS yang menyumbang 36% dari total volume transaksi,” ungkap Yoga dalam acara paparan media di Jakarta pada Rabu (16/9/2026).

Pertumbuhan dari sisi frekuensi transaksi harian QRIS juga mencatatkan angka impresif dengan lonjakan sebesar 124 persen secara year-on-year (yoy).

Kenaikan ini ditopang oleh diversifikasi inovasi produk seperti QRIS CPM, QRIS Tun-Tas, hingga QRIS Tap yang terintegrasi di dalam aplikasi blu.

“Penggunaan QRIS meningkatnya 100%. QRIS ini juga merupakan fitur awal dan utama yang dikembangkan di dalam blu by BCA Digital,” kata Yoga menambahkan.

Selain transaksi QRIS, performa fitur dompet digital (e-wallet) turut melaju dengan kenaikan 71 persen (yoy), didukung penambahan integrasi mitra dan direct connect.

Sementara itu, fitur pembayaran bluPayment tumbuh 56 persen (yoy) dan fitur pembayaran tagihan (biller) meningkat 44 persen (yoy).

Secara demografi, pertumbuhan transaksi dan ekspansi nasabah bank digital ini ditopang oleh generasi muda (digital natives).

Kelompok Gen Z dan Milenial mendominasi hingga 91 persen dari total porsi nasabah aplikasi blu, di mana akuisisi nasabah baru dipimpin oleh Gen Z dengan pertumbuhan 30 persen secara tahunan.

Direktur Bisnis BCA Digital Aditya Wahyu Windarwo menegaskan bahwa perusahaan kini siap melangkah ke tahap pengembangan ekosistem yang lebih dalam (deepening ecosystem).

“Fokus kami adalah memastikan blu tidak sekadar menjadi aplikasi perbankan digital pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial harian masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Aditya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *