RISKS.ID – Pasar smartphone flagship kembali memanas setelah Xiaomi secara resmi meluncurkan lini flagship terbarunya, Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max.
Kedua perangkat ini hadir membawa inovasi monster, mulai dari sektor fotografi hasil kolaborasi dengan Leica, kapasitas baterai raksasa, hingga dukungan chipset terkuat dari Qualcomm.
Pada dapur pacu, Xiaomi 18 Pro ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 dengan RAM hingga 16 GB dan memori internal mencapai 1 TB.
Sementara itu, varian Xiaomi 18 Pro Max melangkah lebih jauh dengan menyematkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.
“Kedua perangkat dirancang untuk menghadirkan pengalaman visual dan fotografi seluler tingkat lanjut melalui integrasi teknologi sensor terbaru Leica dan efisiensi daya maksimal,” ungkap manajemen Xiaomi dalam pernyataan resminya.
Sektor fotografi menjadi daya tarik utama lewat sematan sensor utama Light Fusion 960L 200MP berukuran 1/1,28 inci dengan OIS, didampingi kamera ultrawide 50MP serta kamera telefoto periskop 200MP berkemampuan floating focus.
Kamera telefoto pada Pro Max bahkan diklaim mampu menangkap cahaya 83% lebih banyak dibanding generasi sebelumnya.
Inovasi unik juga tampak pada hadirnya layar OLED sekunder 2,86 inci di bodi belakang Xiaomi 18 Pro yang berfungsi sebagai jendela bidik saat berswafoto menggunakan kamera utama.
Layar utamanya sendiri menggunakan panel LTPO Super Pixel 2.0 OLED berukuran 6,4 inci (Pro) dan 6,9 inci (Pro Max) dengan kecerahan puncak hingga 4.000 nit.
Untuk menopang performa ekstrem tersebut, Xiaomi menanamkan baterai 7.000 mAh pada varian Pro dan 8.500 mAh pada varian Pro Max, keduanya mendukung pengisian cepat kabel 100W serta nirkabel 50W.
Di pasar China, Xiaomi 18 Pro dijual mulai 5.999 yuan (sekitar Rp15,99 juta), sedangkan Xiaomi 18 Pro Max dibanderol mulai 6.999 yuan (sekitar Rp18,66 juta).
Kedua flagship ini dijadwalkan menyapa konsumen global pada akhir 2026.






