RISKS.ID – Pemerintah Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk berunding dengan Amerika Serikat. Di tengah eskalasi konflik, Teheran menyatakan akan melanjutkan permusuhan yang sudah terjadi.
Pernyataan itu disampaikan Mohammad Mokhber, ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam siaran televisi pada Rabu (4/3/2026).
“Tak ada kepercayaan pada Amerika, juga tak ada alasan untuk berunding,” ujar dia.
Menurut dia, Iran memiliki pengalaman panjang menghadapi perang, merujuk pada konflik delapan tahun dalam Perang Iran-Irak.
“Pengalaman sejarah menunjukkan kita tak takut perang, kita tak gentar melanjutkannya,” tegas dia.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersumpah tidak akan tinggal diam atas serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu (1/3/2026).
Serangan tersebut menyasar sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dan dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei gugur dalam serangan itu.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
IRGC menuduh AS dan Israel menyerang fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, hingga gedung pernikahan dengan tujuan menciptakan kepanikan di tengah masyarakat. Mereka mengklaim jumlah korban jiwa warga sipil telah melampaui 700 orang.
Situasi yang terus memanas tersebut meningkatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.






