RISKS.ID – Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan performa keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Pencapaian ini tercermin dari keputusan perusahaan untuk meningkatkan pembagian dividen kepada pemegang saham dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan menyepakati pembagian dividen tunai sebesar 20 persen dari total laba bersih. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp1,51 triliun, atau Rp32,81 untuk setiap lembar saham.
Angka dividen ini mencerminkan kenaikan signifikan dibandingkan realisasi tahun 2024. Saat itu, BSI hanya membagikan sekitar Rp1,05 triliun atau Rp22,78 per saham kepada investor.
Kinerja positif ini tidak terlepas dari pertumbuhan laba bersih perusahaan yang mencapai Rp7,57 triliun pada 2025. Dari total tersebut, mayoritas atau sekitar 80 persen ditahan sebagai laba untuk memperkuat struktur permodalan.
Manajemen BSI menilai kebijakan pembagian dividen tetap mempertimbangkan keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan kebutuhan ekspansi bisnis. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.
Selain itu, pertumbuhan pembiayaan yang sehat serta peningkatan dana murah turut menjadi pendorong utama kinerja perseroan. Transformasi digital yang terus digencarkan juga berkontribusi dalam memperluas jangkauan layanan.
Dari sisi basis nasabah, BSI mencatat peningkatan yang cukup signifikan hingga melampaui 23 juta pengguna. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.
Ke depan, BSI berkomitmen untuk memperkuat posisinya di industri sekaligus mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Strategi ekspansi yang terukur diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan perusahaan.






