Oleh: Joko Intarto
Diabetesi
KALAU mendengar kata hipertensi atau tekanan darah tinggi, biasanya yang terbayang adalah orang tua berusia 60 tahun ke atas. Tapi sekarang, kondisinya mulai berubah.
Saat ini penderita hipertensi berusia muda semakin banyak. Bahkan yang .mengejutkan, kasus hipertensi juga ditemukan pada anak-anak usia sekolah!
Dalam lima bulan pertama tahun 2026 saja, tercatat sekitar 663 ribu anak sekolah di Indonesia mengalami tekanan darah tinggi. Angkanya besar sekali: lebih dari 500 ribu siswa. Mereka terdeteksi melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sedang dijalankan pemerintah.
Pertanyaannya: kok bisa anak-anak sekarang mulai kena hipertensi?
Jawabannya ternyata ada di menu makan mereka : garam dan gula berlebihan.
Garam: Gurihnya Bikin Ketagihan
Anak-anak memang suka makanan gurih. Mi instan, keripik, sosis, nugget, ayam crispy, sampai camilan kemasan.
Masalahnya, terlalu banyak garam membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya tekanan di pembuluh darah naik terus.
Bayangkan selang air yang dipaksa menampung tekanan tinggi setiap hari. Lama-lama selangnya jadi keras, kaku, dan mudah rusak. Begitu juga pembuluh darah manusia.
Kalau kondisi ini terjadi sejak kecil, bukan tidak mungkin anak usia 30–40 tahun nanti sudah menghadapi risiko stroke, penyakit jantung, atau gagal ginjal.
Kadang tanda awalnya juga sederhana. Misalnya kaki anak terlihat agak bengkak. Dalam dunia medis disebut edema. Itu bisa menjadi sinyal tubuh mulai kewalahan membuang kelebihan garam.
Gula: Manis di Mulut, Berat di Tubuh
Sekarang coba lihat kebiasaan anak-anak kita. Es teh manis. Boba. Minuman warna-warni. Soda. Cokelat. Permen. Dessert kekinian.
Tubuh sebenarnya punya “petugas khusus” bernama insulin untuk mengatur gula darah. Tapi kalau setiap hari kebanjiran gula, pankreas dipaksa kerja terus-menerus.
Lama-lama tubuh bisa mengalami resistensi insulin. Artinya insulin sudah tidak bekerja efektif lagi. Inilah pintu masuk diabetes tipe 2.
Dulu diabetes tipe 2 identik dengan penderita dewasa. Sekarang? Anak-anak dan remaja pun mulai banyak yang terkena.
Yang Mengejutkan, banyak orang tua tidak sadar kalau: sebungkus mi instan atau sebotol minuman manis dalam kemasan sudah hampir menghabiskan jatah garam dan gula harian anak.
Batas amannya memang tidak banyak. Batas konsumsi harian anak adalah sebagai berikut:
– Usia 1–3 tahun: garam sekitar 1/2 sendok teh
– Usia 4–6 tahun: sekitar 3/4 sendok teh
– Usia 7 tahun ke atas: maksimal sekitar 1 sendok teh per hari
Sementara gula tambahan juga sebaiknya dibatasi, terutama dari minuman kemasan dan jajanan manis.
Tantangan Orang Tua Zaman Now
Sekarang tantangannya bukan cuma membuat anak kenyang, melainkan juga menjaga agar mereka tidak “rusak pelan-pelan” sejak usia dini.
Beberapa langkah sederhana yang bisa mulai dilakukan:
– Kurangi makanan ultra-proses dan terlalu instan
– Biasakan anak minum air putih
– Perbanyak makanan rumahan
– Gunakan bumbu alami dibanding penyedap berlebihan
– Biasakan membaca label gula dan natrium di kemasan
Jujur saja, mencegah jauh lebih murah daripada mengobati. Menjaga pola makan anak hari ini adalah investasi supaya mereka tetap sehat saat dewasa nanti.(jto)






