Bos VKTR Mundur, Anindya Bakrie Pastikan Arah Bisnis Kendaraan Listrik Tetap Berjalan

Gilarsi Wahju Setijono
Gilarsi Wahju Setijono. Foto: VKTR

RISKS.ID – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) resmi mengumumkan pengunduran diri Gilarsi Wahju Setijono dari jabatan Direktur Utama perseroan. Pengunduran diri tersebut akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).

Komisaris Utama VKTR Anindya N. Bakrie mengatakan perseroan menghormati keputusan Gilarsi dan mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.

Bacaan Lainnya

“Kami menghormati keputusan Bapak Gilarsi Wahju Setijono dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan bagi perkembangan perseroan,” kata Anindya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Anindya menegaskan Dewan Komisaris memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan baik dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Menurut dia, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika korporasi yang dilakukan secara profesional tanpa mengganggu kesinambungan strategi bisnis perusahaan.

VKTR juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Gilarsi selama menjabat sebagai Direktur Utama. Di bawah kepemimpinannya, perseroan dinilai berhasil memperkuat fondasi bisnis, memperluas kolaborasi strategis, serta mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Salah satu capaian penting pada masa kepemimpinannya adalah peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen VKTR dalam mendukung transformasi mobilitas hijau dan penguatan industri dalam negeri.

“Yang terpenting, arah strategis VKTR tetap kuat dan berkesinambungan. Perseroan akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis, penciptaan nilai jangka panjang, serta komitmen kepada seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anindya.

Perseroan menegaskan pergantian pucuk pimpinan tidak akan memengaruhi operasional bisnis maupun fokus strategis perusahaan dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional.

VKTR menyatakan tetap berkomitmen mempercepat transisi energi dan pengurangan emisi karbon melalui pengembangan green mobility, termasuk elektrifikasi transportasi publik dan komersial.

Selain itu, perusahaan juga akan terus memperkuat kemitraan strategis dan menghadirkan solusi mobilitas rendah emisi yang sesuai dengan kebutuhan pasar nasional.

VKTR turut menegaskan komitmennya mendukung peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) melalui pengembangan ekosistem manufaktur, kolaborasi dengan industri karoseri nasional, hingga penguatan rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.

Perseroan meyakini pengembangan industri kendaraan listrik nasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas industri domestik agar mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan.

“Perseroan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut terkait proses transisi kepemimpinan sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutup dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *