BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen, Kadin Indonesia Buka Suara soal Dampak ke Dunia Usaha

BI RATE

RISKS.ID – Langkah Bank Indonesia (BI) yang kembali mengerek suku bunga acuan atau BI-Rate dinilai sebagai langkah taktis yang krusial. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memandang kebijakan tersebut sangat diperlukan demi membentengi stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Optimisme tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. Dia mengapresiasi langkah cepat bank sentral dan meyakini dunia usaha mampu beradaptasi dengan iklim kebijakan moneter yang baru ini.

Bacaan Lainnya

“Kami optimistis bisa melewati situasi ini. Tanda-tanda perbaikan sudah mulai terlihat. Kenaikan suku bunga yang dilakukan BI memang ditujukan untuk menjaga stabilitas dan kami mengapresiasi langkah tersebut,” ujar Anindya Bakrie dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (19/6).

Anin, sapaan akrab Anindya, menyampaikan bahwa Kadin tidak akan tinggal diam. Pihaknya siap memperkuat garis sinergi dengan BI hingga ke tingkat daerah demi menyokong berbagai agenda pembangunan ekonomi yang sedang berjalan.

Memanfaatkan jaringan raksasa Kadin yang tersebar di 514 kabupaten dan kota serta pelbagai asosiasi bisnis, dunia usaha pasang badan untuk menggenjot keran investasi, memacu ekspor, menyukseskan hilirisasi, hingga memperkuat taji UMKM.

Dia menambahkan, para pelaku usaha saat ini terus putar otak untuk meningkatkan performa ekspor. Langkah ini penting guna memperbesar surplus neraca perdagangan dan mempertebal pasokan devisa negara. Selain itu, Kadin juga gencar merayu investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) agar mau masuk dan memperkuat kapasitas industri nasional.

“Kami melihat optimisme tetap ada. Tantangan memang besar, tetapi peluang juga terbuka lebar. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, BI, perbankan, dan dunia usaha, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tutur Anin.

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan komitmen penuh bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mengawal pertumbuhan nasional. Dia memastikan BI akan mengerahkan seluruh stimulus dan kebijakan yang dimiliki demi mendukung program-program prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pesan kami sederhana. Pertama, optimistis. Kedua, BI all out menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketiga, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Kementerian Keuangan, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),” tegas Perry.

Menurut dia, BI selama ini selalu mengedepankan pendekatan yang pro terhadap bisnis (probisnis). Karpet merah ini tidak hanya digelar untuk industri keuangan dan perbankan, melainkan juga menyasar sektor riil.

Disokong oleh 46 kantor perwakilan yang tersebar di seantero negeri, BI siap berkolaborasi intim dengan Kadin di daerah untuk menggerakkan roda investasi, ekspor, industri pengolahan, hingga pemberdayaan UMKM.

Peta Baru Suku Bunga Acuan 

Sebagai informasi, Bank Indonesia resmi memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga menyentuh level 5,75 persen. Keputusan ini diketok dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Juni 2026.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, suku bunga Deposit Facility juga ikut terkerek naik sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen. Begitu pula dengan suku bunga Lending Facility yang merangkak naik 25 bps ke posisi 6,50 persen.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah,” jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (18/6).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *