JURUS 3C

jurus 3c joko intarto

Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi

Saat ini, ratusan ribu jamaah haji Indonesia mulai memadati Makkah Al-Mukarramah. Perlu diwaspadai bahwa musim haji 1447 H / 2026 M jatuh pada bulan Juni—puncak musim panas ekstrem di Tanah Suci.

Bacaan Lainnya

Suhu Udara: Mencapai 42°C – 44°C di siang hari.
Kelembaban Rendah (29-36%): Membuat keringat menguap seketika. Tubuh terasa kering, namun sebenarnya kehilangan cairan secara masif.

Bagi jamaah sehat, ini memicu kelelahan. Namun bagi diabetesi (penderita diabetes) dan lansia, dehidrasi adalah ancaman nyawa yang bisa memicu kondisi gawat darurat dalam hitungan jam.

Mengapa dehidrasi bisa membahayakan bagi diabetesi?

1. Lonjakan Gula Darah Drastis: Saat cairan kurang, darah mengental. Kadar gula bisa melonjak dari 180 ke 400 mg/dL meski tidak makan banyak.

2. Komplikasi Akut (KAD & HONK): Kombinasi panas dan gula tinggi dapat memicu koma diabetik dengan gejala napas cepat berbau buah dan linglung.

3. Gagal Ginjal Akut: Kurangnya aliran darah membuat ginjal diabetesi yang sudah “lelah” bisa rusak mendadak.

4. Risiko Stroke & Jantung: Darah yang kental lebih mudah menggumpal, menjadi pemicu utama kematian pada jamaah lansia.

Mengenali Tanda Bahaya:
Karena besarnya risiko dehidrasi, jamaah haji yang berstatus diabetesi harus betul-betul memperhatikan tanda-tanda dehidrasi pada tubuhnya.

1. Jangan Tunggu Haus! Rasa haus adalah tanda yang terlambat, terutama bagi lansia yang sensor hausnya sudah menurun. Segera bertindak jika muncul gejala ini:

2. Warna Urine: Kuning tua/pekat (seperti teh) atau tidak kencing >8 jam.

3. Mulut & Bibir: Terasa kering, pecah-pecah, atau lidah terasa lengket/kental.

4. Fisik: Pusing, jantung berdebar saat diam, atau kulit yang dicubit sulit kembali normal.

5. Mental: Linglung, bingung, atau mendadak mudah marah.

Antisipasi dengan Disiplin “3C”
Dehidrasi bisa diantisipasi, dengan cara menerapkan rumus “3C”, yakni cepat, cegah dan cepat tangani.

1. Cek:
Pantau Kondisi TubuhPantau Urine: Harus tetap bening atau kuning muda. Jika gelap, segera minum 500ml air.
Cek Gula Darah berkala: Minimal saat Subuh, siang (jam 14.00), dan sebelum tidur.

2. Cegah:
Jaga “Bank Cairan” Tetap Penuh
Target Cairan: 3,5 – 4 Liter per hari.
Rumus 250ml/Jam: Minum 1 gelas air putih/Zamzam setiap satu jam saat terjaga (gunakan alarm HP).
Isi “Tangki” sebelum Ibadah: Minum 500ml air 30 menit sebelum Tawaf, Sa’i, atau ke Jamarat.
Bawa Botol 1.5L: Gantungkan di pundak agar mudah dijangkau, jangan simpan di dalam tas.
Batasi Kafein: Teh dan kopi bersifat diuretik (memicu kencing), yang justru mempercepat dehidrasi.

3. Cepat Tangani:
Gunakan aturan “500-15” bila merasakan gejala ringan. Minum 500ml air perlahan dalam 15 menit dan berteduhlah.
Bila mengalami diare atau muntah, segera minum oralit (1 sachet + 200ml air).
Segera ke klinik/petugas medis jika muntah terus-menerus, sesak napas, atau gula darah >300 mg/dL disertai lemas hebat.

Demi menjaga istitha’ah kesehatan hingga puncak Haji (Arafah-Mina), jamaah haji sebaiknya:
1. Menbghindari aktivitas luar ruangan pukul 10.00 – 16.00 WAS.
2. Jadwalkan umrah sunnah, ziarah, atau belanja pada pagi hari (setelah Subuh) atau malam hari (setelah Isya).
3. Gunakan payung, semprotan air wajah, dan alas kaki yang nyaman.
4. Jaga cairan tubuh, jaga gula darah, jaga kekuatan fisik.

Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan kesehatan bagi seluruh jamaah. Semoga menjadi Haji yang Mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat.(jto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *