RISKS.ID – Suasana halaman Masjid Nurul Huda, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, tampak berbeda pada Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, puluhan anak bersama orang tua mereka telah memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan sunatan massal gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Sunat dr Taufan Hidayat yang bekerja sama dengan takmir masjid Nurul Huda, Gedangsewu.
Kegiatan sosial yang menjadi agenda tahunan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tercatat sebanyak 33 anak mengikuti khitan massal yang berasal dari berbagai wilayah di Pare, Kabupaten Kediri dan sekitarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan proses registrasi peserta. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan awal, para peserta secara bergantian menjalani tindakan khitan yang ditangani langsung oleh tim medis profesional dari Rumah Sunat dr Taufan Hidayat, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Meski sebagian peserta tampak tegang saat menunggu giliran, suasana di lokasi tetap berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para orang tua terlihat mendampingi anak-anak mereka sambil memberikan semangat. Panitia juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk membuat peserta merasa lebih nyaman selama proses berlangsung.
Dr Taufan Hidayat menjelaskan, program khitan massal ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya khitan yang aman, modern, dan minim trauma bagi anak.
“Kami ingin membantu masyarakat sekaligus memperkenalkan teknologi khitan modern yang saat ini sudah berkembang pesat. Anak-anak bisa menjalani proses khitan dengan lebih nyaman dan masa pemulihannya relatif lebih cepat,” kata Taufan.
Selain khitan massal, panitia juga menggelar bakti sosial berupa pengobata gratis seperti pemeriksaan gula darah dan tekanan darah, serta pasar murah.
“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan wilayah lain untuk menggelar khitan gratis, operasi pasar murah dan pemeriksaan kesehatan secara gratis dengan menghubungi admin kami di nomor 082140095938. Nanti pagi yang mengajukan, akan kami verifikasi,” kata Taufan.
Sarining Harini, salah satu orang tua yang anaknya mengikuti khitan gratis mengatakan, memperoleh informasi mengenai kegiatan tersebut melalui media sosial dan rekomendasi keluarga.
“Kami sengaja datang karena mendengar prosesnya cepat dan anak tidak terlalu takut. Alhamdulillah pelayanannya juga sangat baik,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Jumangin. Dia merasa terbantu dengan adanya program sosial tersebut.
“Selain gratis, metodenya juga modern. Kami berharap anak bisa segera beraktivitas kembali setelah dikhitan,” katanya.
Berbeda dengan khitan konvensional yang masih banyak menggunakan jahitan dan perban dalam jumlah cukup banyak, seluruh peserta dalam kegiatan ini menjalani khitan menggunakan kombinasi metode Smart Klamp dan Triple Sealer.
Metode Smart Klamp merupakan teknik khitan modern yang menggunakan alat khusus sebagai penjepit jaringan kulup sehingga proses tindakan dapat dilakukan dengan lebih presisi.
Sementara Triple Sealer merupakan teknologi penutupan jaringan yang memanfaatkan sistem penyegelan modern untuk membantu menghentikan perdarahan dan mempercepat proses penyembuhan.
Tim medis Rumah Sunat dr Taufan Hidayat menjelaskan bahwa kedua metode tersebut dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan teknik konvensional.
Pada metode biasa, dokter umumnya melakukan pemotongan kemudian menutup luka menggunakan beberapa jahitan. Proses ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman pascatindakan karena adanya benang jahit yang menempel pada jaringan kulit.
Menurut Taufan, metode Smart Klamp dan Triple Sealer memiliki sejumlah keuntungan, antara lain:
- Waktu tindakan lebih singkat
Proses khitan dapat berlangsung lebih cepat karena elati alat yang digunakan membantu dokter melakukan tindakan secara presisi dan efisien.
- Minim perdarahan
Teknologi Triple Sealer membantu proses penutupan pembuluh darah secara optimal sehingga risiko perdarahan selama dan setelah tindakan dapat diminimalkan.
- Tanpa atau sangat minim jahitan
Dibandingkan metode konvensional yang membutuhkan beberapa jahitan, metode modern ini mampu mengurangi kebutuhan jahitan sehingga anak merasa lebih nyaman selama masa penyembuhan.
- Risiko infeksi lebih rendah
Luka yang lebih rapi dan minim manipulasi jaringan berpotensi mengurangi risiko terjadinya infeksi apabila perawatan pasca khitan dilakukan dengan baik.
- Pemulihan lebih cepat
Banyak pasien dapat kembali menjalani aktivitas ringan dalam waktu elative singkat dibandingkan metode tradisional yang membutuhkan masa pemulihan lebih lama.
- Nyaman bagi anak
Karena proses tindakan berlangsung cepat dan minim trauma, anak-anak cenderung lebih tenang selama menjalani khitan.
- Hasil kosmetik lebih rapi
Teknik modern memungkinkan hasil pemotongan jaringan lebih simetris dan presisi sehingga tampilan pasca penyembuhan menjadi lebih baik.
Edukasi Pentingnya Khitan Aman
Menurut Taufan, selain pelaksanaan khitan massal, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih layanan khitan yang aman dan ditangani tenaga medis kompeten.
Tim medis memberikan penjelasan mengenai perawatan luka pascakhitan, pola makan yang dianjurkan, hingga tanda-tanda yang perlu diwaspadai selama masa penyembuhan.
“Orang tua peserta juga memperoleh kesempatan berkonsultasi secara langsung terkait kondisi kesehatan anak sebelum dan sesudah tindakan,” kata pemilik peternakan domba dan sapi Barokah Farm itu.
Kegiatan berlangsung hingga siang hari dan seluruh peserta berhasil menjalani proses khitan dengan lancar. Setelah selesai, masing-masing peserta menerima paket bingkisan serta obat-obatan untuk menunjang proses pemulihan di rumah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rumah Khitan dr Taufan berharap semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan khitan modern yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Selain menjadi bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan perkembangan teknologi khitan yang terus berkembang demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien.
Khitan massal di Masjid Nurul Huda Gedangsewu pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
Antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah menjadi gambaran tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan khitan modern yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan kualitas hasil tindakan.
“Insya Allah setiap tiga bulan sekali kami di bawah BFK Group akan menggelar kegiatan ini secara gratis di semua wilayah di Kabupaten Kediri,” katanya.






