211 Siswa di Kediri Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, Dua Pelajar Masih Dirawat

mbg

RISKS.ID – Ratusan pelajar di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Senin (27/7/2026), sebanyak 211 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menerima makanan yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwodadi.

Para siswa yang terdampak berasal dari SMP Negeri 1 Kras dan SD Negeri 1 Purwodadi. Dugaan keracunan itu terjadi setelah mereka menyantap menu MBG yang dibagikan pada Kamis (23/7/2026).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib sebagaimana dikutip dari Kompas.com mengatakan, laporan gangguan kesehatan terus dihimpun sejak insiden tersebut terjadi.

“Data hingga Senin (27/7/2026) sore tadi, ada 211 siswa yang melapor mengalami gangguan kesehatan,” ujar Ahmad Khotib.

Menurut dia, sebagian besar kondisi para pelajar kini telah berangsur membaik. Bahkan, sejumlah siswa sudah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah, meski sebagian lainnya masih menjalani masa pemulihan di rumah.

Meski demikian, masih terdapat dua siswa yang harus menjalani perawatan medis karena kondisi kesehatannya belum stabil.

“Sampai hari ini ada dua siswa yang masih dirawat. Satu siswa dirawat di rumah sakit dan satu lagi di sebuah klinik,” lanjutnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berencana melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kedua pelajar tersebut untuk memastikan perkembangan kondisi kesehatan mereka.

“Besok kita akan cek kondisi kesehatannya,” kata Ahmad Khotib.

Selain memantau kondisi korban, Dinas Kesehatan juga telah mengambil sejumlah langkah untuk menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut, termasuk mengidentifikasi sumber yang diduga menjadi pemicu gangguan kesehatan para siswa.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak SPPG Purwodadi maupun Koordinator MBG wilayah Kediri belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi terkait dugaan keracunan massal tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *