EMAS CAIR

minyak zaitun

Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi

“Demi (buah) tin dan (buah) zaitun…” (QS. At-Tin: 1)

Bacaan Lainnya

Jauh sebelum laboratorium modern berdiri, peradaban kuno telah ‘’mendewakan’’ minyak zaitun sebagai “emas cair”. Ribuan tahun lalu, bapak kedokteran dunia, Hippocrates, menggunakan ramuan berbahan minyak zaitun untuk mengobati lebih dari 60 jenis penyakit, mulai dari luka bakar, infeksi kulit, hingga masalah pencernaan kronis.

Pada masa Kekaisaran Romawi dan Yunani Kuno, minyak ini menjadi bahan wajib bagi para atlet untuk menjaga kelenturan otot dan sebagai tonik kesehatan harian para raja.

Ketertarikan para peneliti modern untuk menguji khasiat kuno ini bermula dari kekaguman mereka terhadap metode produksinya yang sangat alami, khususnya jenis extra virgin olive oil (EVOO).

Berbeda dengan minyak modern (seperti minyak sawit atau minyak jagung) yang membutuhkan proses pemanasan tinggi dan campuran zat kimia sulingan, EVOO diproduksi dengan metode cold pressing (perasan dingin).

Buah zaitun segar yang baru dipetik hanya dihancurkan menjadi pasta, kemudian diperas secara mekanis tanpa melibatkan panas sama sekali.

Metode tradisional yang dipertahankan secara modern inilah yang berhasil menjaga seluruh molekul ajaib di dalam buah zaitun tetap utuh hingga ke tangan konsumen. Karakteristik inilah yang memicu para ilmuwan dunia untuk membedah kandungan biologis di dalamnya.

Rahasia Sains Modern

Melalui penelitian biokimia yang mendalam, sains modern akhirnya berhasil memecahkan teka-teki mengapa minyak zaitun begitu kuat dalam menjaga kesehatan tubuh, khususnya bagi para penderita diabetes (diabetesi) serta mereka yang sedang mencegahnya.

Minyak zaitun memiliki profil nutrisi unik yang tidak dimiliki minyak nabati lainnya:

• Sang Juara Lemak Tak Jenuh Tunggal (MUFA)

Sekitar 73 persen hingga 80 persen dari minyak zaitun terdiri dari Asam Oleat (Oleic Acid), sejenis lemak tak jenuh tunggal yang sangat sehat. Karakteristik lemak ini adalah menjaga dinding sel-sel tubuh tetap lentur dan fleksibel. Pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2, sel tubuh biasanya mengeras sehingga “kunci” insulin tidak dapat membuka celah agar gula darah bisa masuk. Asam oleat bertindak memperbaiki kerusakan ini, meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sel-sel kembali efektif menyerap gula darah dari aliran darah.

• Senyawa Polifenol Oleuropein dan Oleocanthal

Pernahkah Anda menelan satu sendok minyak zaitun asli dan merasakan sensasi sedikit pahit atau getir menendang di pangkal tenggorokan? Itu bukanlah tanda minyak rusak, melainkan bukti keberadaan Oleuropein dan Oleocanthal, dua senyawa antioksidan polifenol tingkat tinggi.

Oleuropein terbukti secara klinis membantu menurunkan kadar glukosa darah pascamakan. Sedangkan Oleocanthal bekerja sebagai agen anti-inflamasi (anti-peradangan) alami yang setara dengan obat pereda nyeri, membantu menjinakkan peradangan kronis tingkat rendah yang selalu mengintai tubuh penderita diabetes.

• Melindungi Jantung dan Pembuluh Darah (Kardioprotektif)

Komplikasi terbesar dari diabetes adalah penyumbatan pembuluh darah (jantung koroner dan stroke). EVOO bekerja ganda dengan cara menyapu kolesterol jahat (LDL) agar tidak teroksidasi dan mengeras di dinding pembuluh darah, sekaligus menaikkan kadar kolesterol baik (HDL).

Etiket Mengonsumsi Minyak Zaitun

Untuk mendapatkan seluruh manfaat luar biasa di atas, masyarakat perlu diedukasi mengenai “etiket” atau aturan main dalam mengonsumsi Extra Virgin Olive Oil. Karena sifatnya yang murni, minyak ini memerlukan perlakuan khusus:

• Jangan Dipakai Menumis Suhu Tinggi apalagi Menggoreng Deep Fry:
Suhu panas yang tinggi akan merusak seluruh kandungan antioksidan polifenol yang berharga. EVOO memiliki smoke point (titik asap) yang rendah.

• Gunakan Sebagai Dressing Cair:
Cara terbaik adalah menuangkannya langsung (1-2 sendok makan) di atas sayuran rebus, salad, sup hangat yang sudah siap dihidangkan di mangkuk, atau dioleskan di atas roti sehat seperti sourdough.

• Diminum Langsung:
Untuk kontrol gula darah yang maksimal, banyak pakar kesehatan menyarankan untuk meminum 1 sendok makan EVOO secara langsung di pagi hari saat perut kosong atau di malam hari sebelum tidur untuk menstabilkan gula darah puasa keesokan harinya.

• Perhatikan Kemasan Botol:
Selalu beli minyak zaitun yang dikemas dalam botol kaca gelap (hijau tua atau hitam). Minyak zaitun sangat sensitif terhadap cahaya matahari dan suhu ruangan yang dapat mempercepat proses oksidasi (tengik).

Minyak zaitun adalah bukti nyata bagaimana petunjuk spiritual yang diabadikan ribuan tahun lalu di dalam kitab suci berjalan selaras dengan penemuan sains modern. Bagi masyarakat modern, khususnya yang sedang berjuang menjaga stabilitas gula darah dan kesehatan jantung, mengadopsi satu hingga dua sendok makan EVOO ke dalam pola makan harian merupakan investasi kesehatan jangka panjang.

Jejak Budidaya dan Peta Raksasa Produsen Dunia

Pohon zaitun (Olea europaea) adalah salah satu pohon abadi yang bisa hidup dan tetap berbuah hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Sejarah budidayanya diperkirakan bermula sekitar 6.000 tahun yang lalu di kawasan Mediterania Timur (wilayah yang kini mencakup pesisir Levant, Palestina, Lebanon, dan Suriah), sebelum akhirnya menyebar ke seluruh wilayah Cekungan Mediterania akibat jalur perdagangan kuno bangsa Fenisia dan Romawi.

Pohon ini membutuhkan iklim yang sangat spesifik untuk tumbuh sempurna—yang dikenal sebagai Iklim Mediterania: musim panas yang terik dan kering, serta musim dingin yang sejuk namun basah, dengan kondisi tanah berkapur yang memiliki sistem resapan air yang baik.
Peta produsen minyak zaitun terbesar di dunia adalah Spanyol, Italia dan Yunani. Spanyol menempati urutan pertama sebagai produsen terbesar di dunia tanpa tandingan. Wilayah Andalusia di Spanyol Selatan sendiri mampu memasok hampir sepertiga kebutuhan minyak zaitun di seluruh permukaan bumi.

Italia berada di posisi kedua terbesar dunia. Kebun-kebun zaitun di wilayah selatan seperti Puglia dan Calabria terkenal menghasilkan varietas zaitun dengan rasa yang sangat kompleks dan kaya.

Sedangkan Yunani berada di posisi ketiga, namun memegang rekor sebagai negara dengan persentase hasil panen berkualitas Extra Virgin tertinggi di dunia (hampir 80% dari total panen mereka langsung masuk kategori premium).

Meskipun bukan produsen terbesar, merek-merek dari Italia lebih terkenal dan mendominasi reputasi premium karena keunggulan mereka dalam strategi pemasaran, seni pencampuran (the art of blending), serta desain pengemasan yang mewah.(jto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *