RISKS.ID – Lion Group menegaskan akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait rencana pembahasan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri penerbangan sekaligus memastikan layanan transportasi udara tetap dapat dijangkau masyarakat.
Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan regulator serta berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan kebijakan yang berkelanjutan.
“Kami tetap terus berkoordinasi dengan para regulator (pemerintah) serta para stakeholder untuk merumuskan kebijakan-kebijakan tersebut bisa berkesinambungan dan tetap memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Danang di sela Press Conference BookCabin Travel Fair di Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul rencana Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan membahas TBA tiket pesawat bersama Kementerian Perhubungan. Pembahasan dilakukan sebagai respons terhadap dampak geopolitik global yang memicu kenaikan biaya operasional penerbangan.
Menurut Danang, komunikasi yang dibangun bersama regulator dan para pemangku kepentingan bertujuan memastikan setiap kebijakan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan industri penerbangan dan kebutuhan pengguna jasa.
Dia menegaskan Lion Group menghormati setiap keputusan yang nantinya diambil pemerintah bersama para pemangku kepentingan selama kebijakan tersebut mendukung keberlangsungan bisnis penerbangan nasional dan ekosistem transportasi udara secara keseluruhan.
Selain aspek keberlanjutan usaha, Lion Group juga menilai kebijakan tarif penerbangan harus tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat. Dengan demikian, layanan transportasi udara dapat terus dinikmati secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurut dia, pembahasan mengenai tarif penerbangan, termasuk TBA dan berbagai komponen biaya lainnya, perlu dilakukan melalui dialog yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri.
Danang menambahkan, pembahasan teknis terkait kebijakan tarif akan terus dikomunikasikan secara intensif dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Tentunya hal-hal teknis ini kami akan bicarakan secara intens, komunikasi intens kepada para pemangku kepentingan termasuk stakeholder maupun regulator,” katanya.
Sebelumnya, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memastikan penyesuaian TBA tiket pesawat akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat serta kenaikan harga energi dunia akibat konflik di Timur Tengah.
“Memang tidak selalu mudah untuk menghadapi dinamika dunia seperti ini, tetapi mudah-mudahan ada perbaikan situasi dan sekaligus juga harga tiket pesawat tidak terlalu memberatkan masyarakat,” kata AHY di Jakarta, Minggu (17/5).
Menurut AHY, konflik dan ketegangan geopolitik global berdampak langsung terhadap kenaikan harga energi dunia yang kemudian memengaruhi biaya operasional sektor transportasi udara.
Dia menjelaskan pemerintah terus membahas berbagai opsi kebijakan bersama Kementerian Perhubungan agar penyesuaian harga tiket tetap berada dalam batas yang wajar dan terukur.
Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia guna mencari solusi terbaik menghadapi tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga energi.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pembahasan TBA tiket pesawat akan dilakukan bersama maskapai dan para pemangku kepentingan terkait.
Dalam jangka pendek, pemerintah akan lebih dahulu memformulasikan penyesuaian biaya tambahan atau fuel surcharge sebagai respons atas kenaikan harga avtur yang berdampak pada biaya operasional maskapai.
“Selanjutnya kita akan bicara mengenai TBA-nya (tiket pesawat),” ujar Dudy usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5).






