Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi
SIAPA sangka, kebiasaan minum kopi ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan hati. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi tanpa gula secara rutin berkaitan dengan risiko penyakit hati dan fibrosis hati yang lebih rendah. Bahkan, kopi termasuk salah satu minuman yang cukup sering direkomendasikan oleh para ahli penyakit hati.
Bagi diabetesi, kabar ini tentu menggembirakan. Sebab, kesehatan hati sangat erat kaitannya dengan pengaturan gula darah.
Salah satu gangguan hati yang semakin sering dijumpai saat ini adalah hati berlemak (fatty liver). Kondisi ini diperkirakan dialami oleh satu dari setiap tiga orang dewasa. Masalahnya, hati berlemak sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa organ hatinya sedang bermasalah.
Padahal, hati berlemak dapat mengganggu metabolisme tubuh. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, hingga kerusakan hati yang lebih berat.
Kabar baiknya, hati berlemak bukanlah vonis seumur hidup. Dalam banyak kasus, kondisinya dapat diperbaiki melalui perubahan pola hidup. Minum kopi tanpa gula hanyalah salah satunya.
Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan hati.
1. Minum kopi tanpa gula
Bagi pencinta kopi, ini tentu menjadi kabar yang menyenangkan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi tanpa gula secara rutin berkaitan dengan risiko penyakit hati dan fibrosis hati yang lebih rendah. Tentu saja, yang dimaksud adalah kopi tanpa tambahan gula, krimer, atau sirup yang justru menambah beban kalori.
2. Makan ubi jalar
Ubi jalar kaya akan serat yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Banyak orang tidak menyangka bahwa makanan tradisional ini ternyata memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan metabolisme, termasuk membantu mengurangi beban kerja hati.
3. Berjalan kaki setelah makan
Biasakan berjalan kaki sekitar 10 menit setelah makan. Aktivitas sederhana ini dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, sekaligus meringankan kerja hati.
4. Hindari kalori cair
Kurangi minuman manis, minuman bersoda, dan alkohol. Gula dalam bentuk cair, terutama fruktosa, sangat cepat masuk ke hati sehingga lebih mudah diubah menjadi lemak. Bahkan, jus buah pun tidak selalu lebih baik karena kandungan seratnya jauh lebih sedikit dibandingkan buah utuh. Kalau ingin makan buah, lebih baik konsumsi dalam bentuk aslinya.
5. Perbanyak makan telur dan sumber protein
Telur mengandung kolin, salah satu zat gizi yang membantu mengangkut lemak keluar dari hati. Selain itu, protein juga penting untuk menjaga massa otot dan meningkatkan sensitivitas terhadap insulin. Pilihlah sumber protein berkualitas, seperti telur, ayam, ikan, yogurt Yunani (Greek yogurt), atau daging tanpa lemak.
6. Konsumsi makanan fermentasi
Kefir, yogurt, kimchi, dan sauerkraut merupakan contoh makanan fermentasi yang baik untuk kesehatan usus. Mengapa usus penting? Karena usus dan hati memiliki hubungan yang sangat erat. Mikrobioma usus yang sehat dapat membantu menjaga fungsi hati tetap optimal.
7. Turunkan berat badan 5–10 persen
Anda tidak harus menjadi sangat langsing atau berotot. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan sekitar 5–10 persen saja sudah dapat mengurangi penumpukan lemak di hati secara bermakna. Penurunan yang bertahap dan konsisten jauh lebih baik daripada diet ekstrem yang sulit dipertahankan.
Semua langkah di atas sebenarnya bermuara pada satu hal, yaitu menjalani pola hidup sehat secara konsisten. Tidak ada makanan atau minuman ajaib yang dapat menghilangkan hati berlemak dalam semalam.
Namun, jika kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut dilakukan terus-menerus, hati memiliki kemampuan yang luar biasa untuk memperbaiki dirinya sendiri. Ketika hati menjadi lebih sehat, metabolisme tubuh pun ikut membaik.
Bagi diabetesi, menjaga kesehatan hati sama pentingnya dengan menjaga kadar gula darah. Sebab, hati yang sehat akan membantu tubuh mengatur gula darah dengan lebih baik.
Jadi, silakan menikmati secangkir kopi. Tentu saja tanpa gula. Lalu lengkapi dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan berat badan yang terjaga. Kopi memang baik untuk hati, tetapi hasil terbaik hanya akan diperoleh jika menjadi bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.(jto)






