SINPAI SHANPO

joko intarto

Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi

SEUSAI makan, jangan buru-buru beristirahat. Leyeh-leyeh. Apalagi tiduran. Segeralah bangkit dan berjalan. Itulah salah satu rahasia sehat masyarakat Jepang.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan berbagai penelitian, masyarakat Jepang termasuk gemar mengonsumsi nasi. Bahkan, mereka bisa makan nasi tiga kali sehari.

Menariknya, angka obesitas dan gangguan metabolik di Jepang relatif lebih rendah dibandingkan banyak negara lain. Apa rahasianya?

Tentu saja obesitas dan gangguan metabolik tidak hanya disebabkan oleh nasi. Pola makan yang seimbang, porsi yang tidak berlebihan, konsumsi ikan dan sayuran, serta gaya hidup aktif ikut berperan.

Salah satu kebiasaan yang sering dikaitkan dengan kesehatan metabolik masyarakat Jepang adalah Sinpai Shanpo, yaitu kebiasaan berjalan kaki setelah makan.

Yang dimaksud “setelah makan” di sini adalah segera setelah selesai makan, biasanya dalam rentang 5–15 menit pertama. Jadi, tidak perlu menunggu 30 menit.

Justru, berjalan santai sesaat setelah makan sering dianggap lebih bermanfaat untuk membantu menekan lonjakan gula darah.

Konon, berjalan kaki setelah makan, meski hanya sekitar lima menit, dapat membantu menurunkan lonjakan gula darah secara cukup signifikan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa berjalan santai selama 10–15 menit setelah makan lebih efektif mengendalikan kenaikan gula darah dibandingkan berolahraga pada waktu lain dalam sehari.

Mengapa demikian? Setelah makan, kadar glukosa dalam darah mulai meningkat. Saat kita berjalan, otot-otot kaki akan menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Akibatnya, sebagian gula dalam darah langsung dimanfaatkan oleh otot sehingga lonjakan gula darah tidak terlalu tinggi.

Bagi diabetesi, manfaat ini sangat penting. Semakin kecil lonjakan gula darah setelah makan, semakin ringan pula kerja pankreas dan semakin baik pengendalian diabetes dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, jalan kaki setelah makan juga memberikan berbagai manfaat lain, antara lain:
– Membantu meningkatkan sensitivitas insulin.
– Membantu memperlancar proses pencernaan.
– Mengurangi rasa mengantuk setelah makan.
– Membakar sedikit kalori tambahan sehingga membantu menjaga berat badan.
– Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah jika dilakukan secara rutin.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu berjalan jauh atau dengan kecepatan tinggi. Jalan santai selama 5–15 menit sudah memberikan manfaat.

Yang penting dilakukan secara konsisten, terutama setelah makan besar seperti sarapan, makan siang, atau makan malam.

Bagi diabetesi yang sudah berusia lanjut atau memiliki komplikasi, sesuaikan kecepatan dan durasi dengan kondisi tubuh. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika memiliki gangguan jantung, kaki diabetik, atau keseimbangan tubuh.

Mengelola diabetes ternyata tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Kadang-kadang, kebiasaan sederhana seperti tidak langsung duduk atau rebahan setelah makan, lalu meluangkan waktu berjalan kaki beberapa menit, justru memberikan manfaat yang besar.

Jadi, setelah selesai makan, jangan buru-buru mencari kursi atau tempat tidur. Cobalah berjalan santai mengelilingi rumah, halaman, atau lingkungan sekitar. Mungkin inilah salah satu rahasia sederhana yang telah lama dipraktikkan masyarakat Jepang untuk menjaga kesehatan metaboliknya.(jto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *