PRDL Optimistis Tumbuh Usai IPO, Andalkan Produk Diagnostik Lokal

Foto dokumentasi

RISKS.ID – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi melangkah ke pasar modal dengan optimisme tinggi terhadap prospek industri diagnostik di Indonesia. Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan menargetkan penguatan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan berbasis produk diagnostik dalam negeri.

Perseroan menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran final ditetapkan sebesar Rp120 per saham sebagai langkah untuk mendukung ekspansi bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan layanan diagnostik nasional.

Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Dr. Cristina Sandjaja, M.Kes., MM., mengatakan PRDL telah memiliki pengalaman panjang dalam memproduksi reagen kimia klinik sejak 2012. Hingga kini perusahaan telah mengembangkan lebih dari 1.083 produk aktif yang dipasarkan ke berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Jaringan distribusi PRDL telah menjangkau 38 provinsi dan sekitar 370 kabupaten/kota. Produk-produknya digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan yang terdiri atas ribuan puskesmas, ratusan rumah sakit, dinas kesehatan daerah, laboratorium, hingga institusi kesehatan lainnya.

Keunggulan lain yang menjadi kekuatan perusahaan adalah tingginya kandungan lokal pada produk utama. Sebagian besar lini diagnostik unggulan PRDL telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen, sehingga dinilai mampu meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat industri alat kesehatan domestik.

Prospek bisnis sektor kesehatan juga dinilai masih sangat terbuka. Pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun pada 2026 serta menjalankan program skrining kesehatan nasional yang menargetkan sekitar 140 juta masyarakat. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai perangkat dan reagen diagnostik di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dari sisi kinerja, PRDL membukukan pertumbuhan positif sepanjang tahun buku 2025. Pendapatan perusahaan mencapai Rp74,4 miliar atau meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara laba bersih naik 70,7 persen menjadi Rp16,9 miliar, sedangkan EBITDA tumbuh 66,9 persen menjadi Rp29,2 miliar yang menunjukkan peningkatan efisiensi operasional.

Selain didukung pertumbuhan bisnis, valuasi yang ditawarkan juga dinilai menarik. Berdasarkan prospektus dan laporan keuangan audit tahun 2025, saham PRDL dipasarkan dengan price to earnings ratio (PER) sebesar 8,61 kali. Perseroan meyakini kombinasi antara fundamental yang terus membaik, jaringan distribusi nasional, produk ber-TKDN tinggi, serta dukungan ekosistem Prodia akan menjadi modal penting untuk memperkuat posisi perusahaan di industri diagnostik Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *