RISKS.ID – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi menjadi perusahaan terbuka setelah mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026). Langkah ini menjadi tonggak baru bagi perusahaan yang bergerak di industri media dan hiburan berbasis ekonomi kreatif.
Pada hari pertama perdagangan, saham RANS diperdagangkan di Papan Pengembangan BEI dengan harga penawaran Rp170 per saham. Total saham yang tercatat mencapai 12,61 miliar lembar sehingga nilai kapitalisasi pasar awal perseroan berada di kisaran Rp2,14 triliun.
Pencatatan tersebut sekaligus menjadikan RANS sebagai emiten ke-7 yang melantai di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2026. Kehadiran perusahaan ini turut memperkaya pilihan emiten dari sektor industri kreatif yang semakin berkembang di pasar modal nasional.
RANS mengembangkan model bisnis yang menggabungkan industri kreator digital dengan pengelolaan berbagai aset kekayaan intelektual (intellectual property/IP). Pendekatan tersebut diarahkan untuk menciptakan sumber pendapatan yang beragam dan berkelanjutan melalui berbagai lini usaha.
Ekosistem bisnis yang dibangun perseroan mencakup media digital, penyelenggaraan hiburan langsung, kolaborasi dengan berbagai merek, produk konsumen, hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Diversifikasi ini menjadi salah satu strategi perusahaan dalam memperluas pangsa pasar.
Di Bursa Efek Indonesia, RANS masuk dalam sektor Barang Konsumen Non-Primer dengan subindustri Hiburan dan Film. Status sebagai perusahaan publik diharapkan membuka akses pendanaan yang lebih luas untuk mendukung pengembangan bisnis serta mempercepat ekspansi di berbagai segmen usaha.
Masuknya RANS ke pasar modal juga mencerminkan semakin besarnya peluang perusahaan berbasis konten dan ekonomi kreatif dalam memanfaatkan pendanaan publik. Dengan tambahan emiten baru ini, investor memiliki alternatif investasi di sektor media dan hiburan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan seiring meningkatnya konsumsi konten digital di Indonesia.






