RISKS.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 berjalan secara efisien, efektif, dan akuntabel. Pemerintah pun mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan negara sepanjang tahun lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa, 17 Juni 2026.
“Pemerintah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan APBN tahun 2025. Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada DPR RI atas kerja bersama yang erat, pengawasannya efektif, serta berbagai dukungan dan masukan konstruktif dalam pelaksanaan APBN tahun anggaran 2025,” ujar dia.
Menurut Purbaya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025. Raihan tersebut sekaligus menjadi opini WTP ke-10 secara berturut-turut yang berhasil dipertahankan pemerintah sejak LKPP tahun 2016.
Dia menilai capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Di sisi lain, Purbaya mengakui tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan akibat meningkatnya ketidakpastian global. Ketegangan geopolitik yang terus berlanjut serta fragmentasi perdagangan dunia telah memengaruhi arus perdagangan internasional, logistik global, hingga meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski demikian, pemerintah terus mengoptimalkan peran APBN sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui sinergi antara kebijakan fiskal yang responsif dan kebijakan moneter yang prudent.
Purbaya mengatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap mampu tumbuh sebesar 5,11 persen. Angka tersebut mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi global.
Pertumbuhan ekonomi itu didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen serta investasi yang meningkat 5,09 persen. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih bergerak positif.
Selain pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga juga tetap terjaga. Inflasi pada akhir 2025 tercatat sebesar 2,92 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Dia menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan harga, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan fiskal untuk mendukung perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.
“Di tengah tingginya ketidakpastian global, APBN terus hadir sebagai instrumen yang adaptif dan handal dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah memanfaatkan APBN secara optimal sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mengakselerasi pelaksanaan berbagai agenda pembangunan,” ungkap dia.
Dia menambahkan, kebijakan fiskal pada 2025 tetap diarahkan secara ekspansif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengurangi kredibilitas APBN.
“Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan fiskal tahun 2025 yang ditempuh secara ekspansif guna mendukung pertumbuhan ekonomi dengan menjaga APBN tetap kredibel, responsif, dan efektif dalam mendukung agenda pembangunan nasional,” kata dia.
Untuk memperkuat dampak kebijakan fiskal kepada masyarakat, pemerintah juga menyalurkan berbagai paket stimulus ekonomi secara bertahap pada setiap kuartal sepanjang 2025.
Stimulus tersebut difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil melalui dukungan bagi pelaku UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, diskon tiket selama masa liburan, hingga pemberdayaan generasi muda.
“Paket stimulus tersebut memiliki nilai total mencapai Rp110,7 triliun dan diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global,” tutup dia.
Jika ditujukan untuk media online seperti Jawapos.com, naskah ini sudah menggunakan gaya piramida terbalik, SEO-friendly, paragraf pendek, dan lebih nyaman dibaca di perangkat mobile.






