Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi
PERNAH menemui diabetesi yang mengalami hipoglikemia? Saya pernah. Yang mengalaminya justru ibu saya sendiri.
Waktu itu beliau mendadak gemetar, berkeringat dingin, lemas, dan sulit diajak berbicara. Kami beruntung karena ibu selalu menyimpan glucose tablet.
Beberapa saat setelah mengonsumsinya, kondisinya berangsur membaik.
Sejak itu saya merasa bahwa glucose tablet bukan sekadar suplemen. Glucose tablet adalah perlengkapan pertolongan pertama bagi diabetesi yang mengalami hipoglikemia, yaitu kondisi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah.
Glucose tablet adalah tablet yang berisi glukosa murni atau dekstrosa. Berbeda dengan makanan atau minuman manis yang masih harus melalui proses pencernaan, glukosa dalam tablet ini dapat diserap tubuh dengan sangat cepat sehingga mampu menaikkan kadar gula darah dalam waktu singkat.
Produk ini terutama diperlukan oleh diabetesi yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah tertentu yang dapat memicu hipoglikemia.
Ketika gula darah turun di bawah 70 mg/dL, atau muncul gejala seperti gemetar, berkeringat dingin, jantung berdebar, lapar hebat, pusing, bingung, atau lemas, glucose tablet dapat menjadi penyelamat.
Karena kandungan glukosanya sudah diukur dengan pasti, penggunaannya juga lebih mudah. Berbeda dengan permen atau minuman manis yang kadar gulanya tidak selalu sama, glucose tablet membantu penderita memperoleh dosis glukosa yang lebih terukur.
Saya sendiri sudah lebih dari 800 hari mengendalikan diabetes tanpa obat penurun gula darah maupun suntikan insulin. Secara teori, risiko saya mengalami hipoglikemia memang relatif rendah. Namun, saya mulai berpikir bahwa glucose tablet tetap layak menjadi isi tas diabetes yang selalu saya bawa.
Bukan semata-mata untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai perlengkapan pertolongan pertama bila suatu saat bertemu sesama diabetesi yang mengalami hipoglikemia. Tentu dengan catatan, orang tersebut masih sadar dan masih mampu menelan.
Selain glucometer, strip tes, lancet, kartu identitas diabetesi, dan nomor kontak darurat, kini saya merasa glucose tablet juga pantas mendapat tempat di dalam tas diabetes.
Mudah-mudahan tidak pernah digunakan. Namun, seperti halnya ban serep atau kotak P3K di mobil, kita tentu lebih tenang jika memilikinya.
Dalam keadaan darurat, benda kecil itu bisa menjadi penolong sebelum mendapatkan penanganan medis yang lebih memadai.
Bagi saya, glucose tablet bukan sekadar tablet gula. Glucose tablet adalah perlengkapan kesiapsiagaan. Semoga selalu tersimpan rapi di dalam tas, dan semoga tidak pernah digunakan.(jto)






