RISKS.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pemerintah segera melakukan investigasi terkait insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa di perairan utara Madura.
Dia menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa di perairan utara Madura.
“Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/8).
Terkait keselamatan perhubungan laut, dia menekankan pentingnya pengecekan ulang terkait aspek kondisi kapal, SDM terkait personil kapal dan penumpang, serta cuaca.
“Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya,” katanya.
AHY berharap seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Di saat yang sama, pemerintah segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut sekaligus memastikan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut.
Merespons kejadian tersebut, dia menyampaikan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama tim Search and Rescue (SAR), akan terus memastikan proses evakuasi dan verifikasi data penumpang kapal.
“Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli,” ujarnya.
AHY menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut. Menurutnya, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), prosedur tetap (protap), mitigasi cuaca, serta pemastian kelaikan kapal harus terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
Pemerintah juga terus mendorong peremajaan armada kapal guna meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi laut.
“Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi, dan selebihnya kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita,” kata AHY.
Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan mengerahkan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta memperkuat koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait dalam penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Laut Jawa.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal berlangsung cepat dan aman.
Kebakaran yang melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar, pada Minggu (2/8) sekira pukul 06.00-07.00 WIB di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebabkan lima orang meninggal dunia.
Berdasarkan data Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga pukul 18.00 WIB, total korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang yang terdiri dari 227 orang selamat, dan lima lainnya meninggal dunia. Namun, belum ada data pasti terkait apakah seluruh korban merupakan penumpang, atau juga termasuk awak kapal.
“Data sementara hingga pukul 18.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang, terdiri atas 227 selamat dan lima meninggal dunia,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit, di Surabaya, Minggu (2/8).
Peristiwa kebakaran kapal itu, terekam kamera penumpang dan video tersebut beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar hebat dengan mengeluarkan kepulan asap berwarna abu-abu kehitaman, sementara para penumpang juga terlihat mengenakan rompi pelampung berwarna oranye.
KMP Mutiara Sentosa dilaporkan mengalami kebakaran sekitar pukul 06.00-07.00 WIB, saat kapal berada di ujung utara Madura. Saat itu, komunikasi dengan nakhoda kapal terputus. KMP Mutiara Santosa 2 melayani rute Surabaya-Makassar mengangkut sekitar 250 orang di atas kapal (person on board/POB).
Petugas siaga Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB menerima informasi dari Syahbandar Tanjung Perak terkait peristiwa kapal yang terbakar di perairan utara Madura.
Kemudian, pada pukul 08.25 WIB, PT Atosim Lampung Pelayaran melaporkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 yang membawa sekitar 250 penumpang dan awak kapal mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju ke Makassar.
Setelah menerima laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk mengetahui posisi terakhir kapal. Sementara Pos SAR Sumenep juga berkoordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget guna mempercepat upaya pencarian.
Pada pukul 09.45 WIB, petugas Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi menyebutkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi.
Saat itu kondisi sebagian kapal dilaporkan sudah terbakar, sementara para penumpang bertahan di anjungan dan haluan kapal.
Kapal Meratus Project 3 tidak dapat merapat karena sedang mengangkut muatan yang mudah terbakar.






