RISKS.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa jumlah pengguna kode batang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah tersebut terhitung sampai Juni 2026 sudah mencapai 9,08 juta orang.
Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho di Kota Pekalongan, Kamis (13/8/2026), mengatakan bahwa jumlah pengguna tersebut tercatat paling banyak ketiga secara nasional.
“Untuk gerai yang telah melayani pembayaran QRIS di Jateng hingga periode yang sama sudah mencapai 4,52 juta gerai, atau terbanyak keempat secara nasional,” kata M Noor Nugroho saat Media Briefing Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) se-Jateng yang dihadiri KPwBI Provinsi Jateng, KPwBI Solo, KPwBI Tegal, dan KPwBI Purwokerto pada Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, BI terus memperkuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan (pro-growth), salah satunya melalui akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Melalui digitalisasi, transaksi pembayaran menjadi sangat efisien dan efektif, tidak hanya dari sisi waktu namun juga biaya.
Dia menjelaskan BI terus memperluas akseptasi digital melalui Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang dirangkai dengan peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 RI. Pelaksanaan PQN 2026 berlangsung pada 11–17 Agustus 2026, dan di Jateng dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang mendekatkan serta memudahkan penggunaan pembayaran digital kepada masyarakat.
Selain melalui digitalisasi, penguatan edukasi dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah tetap dilakukan secara masif. Pada paruh pertama 2026, telah dilaksanakan 49 kegiatan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dengan menjangkau 29.909 peserta di Jateng.
Dia mengatakan BI juga telah menyalurkan Rp3,62 miliar uang layak edar ke empat pulau, sekaligus menghadirkan layanan kas keliling dan edukasi CBP Rupiah.
Perluasan literasi Rupiah dilakukan secara kolaboratif melalui berbagai kegiatan pendidikan, keagamaan, budaya, dan sport tourism di wilayah Semarang. Kemudian mencakup Solo Raya, eks-Karesidenan Pekalongan, dan Banyumas Raya, termasuk event Rupiah Borobudur Playon (RBP), Adipati QRIS Run di Solo, Tegal City Run di Tegal, serta QRIS Purwokerto Run di Purwokerto.
Selain itu, dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah juga terus dilakukan melalui upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Jawa Tengah.






