Uang Beredar Juli 2026 Tembus Rp10.371 Triliun

BI mencatat uang beredar Indonesia tumbuh 8,3 persen pada Juli 2026. Foto MS Fahmi/RISKS.ID

RISKS.ID – Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian nasional tetap bertumbuh pada Juli 2026. Posisi uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.371,1 triliun atau meningkat 8,3 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut masih positif, meski kecepatannya sedikit menurun dibandingkan Juni yang mencapai 8,7 persen. BI mencatat peningkatan M2 terutama berasal dari uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi.

Bacaan Lainnya

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,6% (yoy),” tulis BI dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).

Dari sisi faktor pendorong, penyaluran kredit menjadi salah satu sumber utama pertumbuhan likuiditas. Kredit perbankan tumbuh 13 persen secara tahunan pada Juli, lebih tinggi dibandingkan 12,1 persen pada bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas pembiayaan masih bergerak positif. Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh 4,6 persen, meski melambat cukup jauh dari 10,1 persen pada Juni.

Perkembangan M2 menjadi salah satu indikator yang diperhatikan untuk melihat kondisi likuiditas dalam perekonomian. Data Juli menunjukkan ekspansi uang beredar masih berlangsung di tengah perubahan laju pertumbuhan beberapa komponennya.

Dengan kredit yang terus meningkat, dinamika likuiditas ke depan akan tetap menjadi perhatian pasar. BI akan terus mencermati perkembangan tersebut dalam menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *