RISKS.ID – Saham PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) kembali menjadi perhatian investor pada perdagangan Jumat (21/8/2026). Pergerakannya masih berada di bawah level penawaran perdana, meski sempat mencatat penguatan pada sesi perdagangan.
Mengacu pada data RTI Business, saham RANS sempat naik sekitar 3 persen ke Rp206 per saham. Level tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi terendah perdagangan sehari sebelumnya yang berada di Rp200.
Namun, tekanan jual masih terlihat cukup kuat. Data intraday Stockbit menjelang akhir sesi I menunjukkan antrean jual mencapai lebih dari 1,05 juta lot dengan frekuensi sekitar 3.100 transaksi.
Sebaliknya, antrean beli tercatat sekitar 384.785 lot dengan frekuensi 1.481 kali. Selisih tersebut memperlihatkan tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan minat beli pada perdagangan tersebut.
Antrean jual terbesar tercatat pada harga Rp218 sebanyak 184.188 lot. Berikutnya, sekitar 120.141 lot mengantre pada level Rp220. Sementara itu, posisi beli terbesar berada di harga Rp200 dengan frekuensi 314 kali.
Saham RANS sebelumnya ditawarkan dalam rentang Rp135-Rp170 per saham saat IPO. Pada perdagangan perdananya, saham tersebut bahkan sempat menyentuh Rp228 atau mengalami auto rejection atas (ARA) 34,12 persen.
Meski sempat mencatat momentum positif setelah melantai di BEI, kinerja saham RANS dalam sebulan terakhir tercatat melemah 10,43 persen. Investor kini mencermati kemampuan saham tersebut menjaga level harga sekaligus meredam tekanan jual.






