Strategi Fiskal Pemerintah Kejar Target Pajak 2027

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto IST/RISKS.ID

RISKS.ID – Pemerintah terus memperkuat fondasi keuangan negara guna menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih eksponensial. Dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, strategi penerimaan dirancang lebih agresif namun tetap terukur. Penerimaan perpajakan diproyeksikan mampu tumbuh hingga 12,1 persen dibandingkan outlook tahun sebelumnya.

Langkah penguatan pendapatan ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok pada angka 6 persen. Pemerintah optimis bahwa ekspansi kegiatan bisnis akan memperluas basis pemajakan secara signifikan. Kendati penerimaan didorong tinggi, disiplin fiskal tetap menjadi prioritas dengan menjaga ambang batas defisit anggaran di tingkat 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Bacaan Lainnya

Arah kebijakan anggaran tersebut dipaparkan oleh pihak Kementerian Keuangan. “Ini adalah pertumbuhan pajak yang baik untuk standar Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen dan inflasi 3 persen, pertumbuhan nominal PDB sekitar 9 persen, penerimaan pajak diharapkan tumbuh lebih tinggi dari itu,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Peningkatan efisiensi menjadi fokus utama di sisi pengeluaran negara. Alokasi belanja dirancang tumbuh efisien sebesar 3,9 persen guna memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi program prioritas. Sektor perlindungan sosial, infrastruktur, hingga efektivitas transfer dana ke daerah dipastikan tetap memperoleh perhatian penuh demi menjaga daya beli masyarakat.

Guna merealisasikan target penerimaan tersebut, modernisasi administrasi perpajakan terus diakselerasi. Pemanfaatan sistem Coretax diandalkan sebagai instrumen vital dalam mengoptimalkan kepatuhan wajib pajak secara transparan. “Coretax akan terus diperbaiki, terutama dalam hal kepatuhan,” tutur Suahasil.

Selain reformasi digital, sektor industri pengolahan mineral turut dijadikan tumpuan utama penambahan kas negara. Kebijakan hilirisasi pertambangan dinilai terbukti efektif menciptakan rantai nilai baru yang memperluas potensi penerimaan fiskal. “Kami meyakini bahwa hilirisasi ekstraksi mineral dan hilirisasi industri pertambangan merupakan kunci untuk memperluas basis pajak di masa depan,” pungkasnya.

Melalui kombinasi penguatan teknologi administrasi dan ekspansi sektor hilirisasi, APBN 2027 diharapkan makin tangguh dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *