Menkomdigi Imbau Warga Cermat Saring Informasi Erupsi Anak Krakatau

Menkomdigi mengimbau masyarakat memantau kanal resmi guna mencegah hoaks. Foto IST/RISKS.ID

RISKS.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan penuh menyusul lonjakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Pemerintah menegaskan pentingnya mengakses serta memverifikasi informasi hanya melalui saluran resmi guna mencegah kepanikan publik akibat paparan rumor tidak benar.

Bacaan Lainnya

Erupsi yang memicu penetapan status Level III atau Siaga ini telah berdampak pada sebaran abu vulkanik di sejumlah daerah seperti Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Kondisi tersebut sempat memicu gangguan pada jadwal penerbangan serta memunculkan kekhawatiran publik terkait isu bahaya tsunami dan getaran di wilayah pesisir.

Dilansir infopublik.id, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengimbau masyarakat untuk cermat memilah setiap kabar yang beredar di media sosial. Pengawasan ketat terhadap arus informasi menjadi krusial agar tidak memicu kecemasan massal di tengah situasi darurat.

“Pastikan keakuratan informasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebencanaan gunung berapi demi menghindari misinformasi atau informasi menyesatkan yang dapat menyebabkan keresahan,” tegas Meutya Hafid.

Langkah mitigasi juga perlu diterapkan oleh warga yang berada di kawasan terdampak hujan abu. Masyarakat diimbau mengenakan masker standar seperti tipe N95 atau KN95 serta kacamata pelindung ketika harus berada di luar rumah.

Pengendara juga diminta menurunkan kecepatan kendaraan mengingat lapisan abu tipis dapat mengurangi jarak pandang dan menjadikan permukaan jalanan licin.

Selain imbauan literasi digital, pemerintah menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi jarak aman. Seluruh aktivitas warga, nelayan, maupun wisatawan dilarang keras memasuki kawasan kawah aktif dalam radius tiga kilometer.

Sikap disiplin dalam mematuhi panduan teknis dari lembaga berwenang seperti PVMBG dan BMKG menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan bersama selama periode erupsi berlangsung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *